Sensasi Petik Stroberi di Kaki Gunung Ciremai Kuningan

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Minggu, 19 Jul 2026 07:00 WIB
Suasana kebun stroberi Botanika di kaki Gunung Ciremai. Foto: Fahmi Labibibnajib
Kuningan -

Di kaki Gunung Ciremai yang sejuk, terdapat sebuah perkebunan stroberi yang tumbuh subur. Destinasi ini berlokasi di Botanika Kuningan. Sebelum memasuki area perkebunan, pengunjung akan disambut dengan panorama perbukitan dan deretan pohon pinus yang rindang serta hembusan udara yang menyegarkan.

Setelah memarkirkan kendaraan, pengunjung dapat langsung menuju area perkebunan. Namun, sebelum itu, pengunjung diwajibkan membeli tiket masuk terlebih dahulu. Mengingat lokasinya yang berada di lereng perbukitan, pengunjung harus menyusuri jalan setapak untuk mencapai titik utama.

Setelah berjalan selama beberapa menit, akan terlihat deretan tanaman stroberi yang ditanam di dalam wadah karung yang disusun dengan rapi. Di ujung area, tampak buah stroberi berwarna merah yang telah matang. Di sini, pengunjung dapat memetik langsung buah stroberi sambil menikmati panorama perbukitan, hutan pinus, serta pemandangan Waduk Darma dari kejauhan.

Pengelola Botanika, Ferry, memaparkan bahwa kebun stroberi tersebut memiliki luas sekitar 2 hektare. Sebelum dikembangkan menjadi lahan agrowisata, kawasan ini dulunya merupakan lahan perkebunan kopi yang kurang produktif. Hal tersebut masih terlihat dari beberapa pohon kopi yang dibiarkan tersisa di sekitar area perkebunan stroberi.

Karena lokasinya berada di kaki Gunung Ciremai dengan suhu yang rendah, dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk dapat membudidayakan stroberi di area tersebut. Menurut Ferry, masa 6 bulan tersebut dihabiskan untuk riset dan percobaan mengenai metode penanaman stroberi yang tepat di lereng Gunung Ciremai.

"Nggak langsung jadi kita ini. Awalnya kita beli bibitnya dulu untuk riset selama 6 bulan. Kita tuh sempat yang beli beberapa macam kan. Ternyata banyak yang nggak cocok kayak stroberi yang putih yang dari Jepang, ternyata itu nggak cocok. Yang cocoknya di sini itu ternyata yang Sweet Charlie," tutur Ferry.

Untuk dapat menikmati suasana kebun stroberi, pengunjung perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 35.000. Harga tiket tersebut sudah termasuk satu gelas jus stroberi segar yang buahnya dipetik langsung dari pohonnya. Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi memetik sendiri, stroberi hasil petikan dihargai Rp 15.000 per 100 gram. Dalam satu bulan, perkebunan ini mampu menghasilkan buah stroberi hingga ratusan kilogram.

"Kalau kebun stroberi itu kita tiket Rp 35 ribu rupiah untuk dapat fasilitasnya jus sama masuk ke kebun stroberinya. Ketika kita memetik, itu per 100 gram itu Rp15.000 untuk biayanya. Dan kebetulan itu kita buka terbatas. Sehari hanya 50 orang yang kita boleh masuk. Luasnya 2 hektare totalnya bisa sampai 100 sampai 150 kilo sebulan total yang bisa di panen." tutur Ferry.

Salah satu pengunjung, Ulya (19), pada sore itu tampak sibuk memetik stroberi dengan membawa keranjang berwarna merah muda. Ia sesekali memotret pemandangan indah di sekitar kebun. Menurutnya, perkebunan stroberi ini menawarkan suasana yang sejuk dan panorama yang memikat. Selain itu, buah stroberinya memiliki perpaduan rasa manis dan asam yang menyegarkan.

"Di sini sejuk. Pemandangannya juga bagus bisa lihat perbukitan. Rasa stroberinya asam tapi segar pas dimakan," tutur Ulya.

Bagi masyarakat yang berminat untuk memetik stroberi secara langsung sambil menikmati kesejukan kaki Gunung Ciremai, dapat mengunjungi Botanika Kuningan yang berlokasi di Jalan Boenoet Lembur Kuring, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Rute perjalanan dari Kota Cirebon dapat ditempuh melalui Jalan Raya Cirebon-Kuningan, kemudian berlanjut ke Jalan Cirendang, Gunungkeling, Cisantana-Palutungan, hingga tiba di Jalan Boenoet Lembur Kuring. Di ujung jalan, terdapat papan informasi bertuliskan Botanika yang menjadi pintu masuk utama kawasan tersebut.




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork