Cirebon Raya Sepekan: Maut di Jalur Pantura Indramayu

Jabar Sepekan

Cirebon Raya Sepekan: Maut di Jalur Pantura Indramayu

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 19 Jul 2026 08:00 WIB
Mobil yang digunakan mengangkut rombongan pengantin di Indramayu
Mobil yang digunakan mengangkut rombongan pengantin di Indramayu. (Foto: Istimewa/dok Satlantas Polres Indramayu)
Cirebon -

Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dalam sepekan ini. Mulai dari kecelakaan maut tewaskan 12 orang di Indramayu hingga terungkapnya joki absen ASN di Cirebon.

Berikut rangkuman berita Cirebon Raya pekan ini

1. Kecelakaan Mobil Bak Terbuka Tewaskan 12 Orang di Indramayu

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Indramayu masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi truk wing box yang terlibat dalam kecelakaan maut di jalur Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu, Ipda Masnan, mengatakan sopir truk telah diamankan untuk dimintai keterangan terkait insiden yang melibatkan tiga kendaraan. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan enam korban lainnya mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

"Status sopir truk masih dimintai keterangan. Kita masih melakukan rekonstruksi peristiwa bersama Tim TAA (Traffic Accident Analysis) Korlantas Polri dan Polda Jawa Barat," ujar Ipda Masnan, Senin (13/7/2026).

Menurut Masnan, hasil rekonstruksi dan olah tempat kejadian perkara akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan peningkatan status hukum pengemudi menjadi tersangka.

Sementara itu, pengemudi truk wing box, Deden Ibad, hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Indramayu. Dalam keterangannya, Deden mengaku kendaraan pikap yang mengangkut belasan penumpang tiba-tiba mengerem saat hendak berputar di u-turn Kiajaran Kulon.

Ia menyebut pengereman mendadak tersebut membuat dirinya kesulitan mengendalikan truk yang dikemudikannya. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sebuah truk Hino dengan kecepatan tinggi, sehingga benturan tidak dapat dihindari dan menyebabkan para penumpang pikap terpental.

Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 12 orang meninggal dunia, sedangkan enam korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari.

2. Truk Kontainer Hantam Warung di Cirebon, 2 Orang Meninggal

Siang yang semula berjalan seperti biasa di kawasan Tanjakan Gronggong, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, mendadak berubah menjadi kepanikan. Dentuman keras disusul suara benda-benda berhamburan memecah suasana di Jalan Raya Cirebon-Kuningan, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Sebuah truk kontainer bermuatan air mineral kemasan yang melaju dari arah Kuningan menuju Cirebon diduga mengalami rem blong saat melintasi jalur menurun Gronggong. Kendaraan besar itu tak lagi bisa dikendalikan hingga menghantam sebuah warung makan di pinggir jalan dan menyeruduk empat sepeda motor yang berada di sekitarnya.

Peristiwa nahas tersebut merenggut dua nyawa di lokasi kejadian. Korban yang meninggal dunia diduga merupakan seorang ibu dan anaknya yang masih bayi. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Salah seorang saksi mata, Dede (34), mengaku melihat langsung detik-detik kecelakaan tersebut. Menurutnya, truk meluncur tanpa kendali sebelum akhirnya menghantam bangunan warung makan yang saat itu tengah dipenuhi pembeli.

"Truk mengalami rem blong dan menabrak warung makan serta empat sepeda motor. Saat kejadian langsung ada korban meninggal dunia dan korban luka-luka," ujar Dede di lokasi kejadian.

Ia menduga sistem pengereman truk tidak berfungsi sehingga sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraan di jalur yang dikenal memiliki kontur menurun dan cukup curam tersebut.

"Kemungkinan truk mengalami rem blong, kemudian menabrak warung makan dan motor. Ada korban jiwa dan korban luka-luka," katanya.

Menurut Dede, warung yang ditabrak sedang ramai pengunjung ketika kecelakaan terjadi. Selain pengunjung warung, korban juga berasal dari pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas di lokasi.

"Pengendara motor yang melintas dari arah Cirebon menuju Kuningan ikut tertabrak. Yang meninggal dunia informasinya seorang ibu dan anaknya yang masih bayi," ungkapnya.

Sementara itu, Kasubnit I Turjawali Satlantas Polresta Cirebon, Iptu Heru Cahyo, membenarkan kecelakaan tersebut melibatkan sebuah truk kontainer bernomor polisi B 9105 UM yang menabrak warung makan serta sejumlah sepeda motor.

"Untuk korban sementara ada lima orang. Dua di antaranya meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Saat ini seluruh korban luka sedang menjalani perawatan di rumah sakit," jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, truk bermuatan air mineral itu melaju dari arah Kuningan menuju Kota Cirebon. Saat memasuki jalur menurun Gronggong, kendaraan diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman sehingga menabrak warung makan di tepi jalan dan empat sepeda motor.

Meski demikian, polisi masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk memastikan identitas seluruh korban serta posisi mereka saat insiden terjadi.

"Informasi sementara yang meninggal dunia adalah seorang ibu dan anaknya. Namun kami masih memastikan apakah korban berada di warung atau sedang melintas ketika kecelakaan terjadi. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi," katanya.

Heru menambahkan, pengemudi truk telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Namun karena mengalami luka-luka, sopir terlebih dahulu mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Gunung Jati, Kota Cirebon.

"Pengemudi sudah diamankan. Saat ini masih menjalani perawatan di RS Gunung Jati karena mengalami luka. Setelah kondisinya memungkinkan, pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan," pungkasnya.

3. Niat Basmi Tikus, Pria di Majalengka Malah Tewas Kena Setrum

Nasib nahas dialami warga Desa Kedungkencana, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, berinisial K. Pria berusia 57 tahun itu meninggal dunia setelah diduga tersengat arus listrik saat berada di area persawahan pada Senin (13/7) malam.

Korban diduga tersengat aliran listrik yang berasal dari aki yang dipasang bersama inverter sebagai alat pengendali hama tikus di area persawahan Blok Titisara, Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung.

Korban ditemukan warga sekitar pukul 20.30 WIB dalam kondisi tidak bernyawa. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat. Petugas dari kepolisian, TNI, pihak kecamatan, dan tenaga medis selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

"Korban ditemukan warga sekitar pukul 20.30 WIB di areal persawahan Blok Titisara," kata Danramil Ligung Kapten Inf Dadang Purnomo, Selasa (14/7/2026).

Menurut Dadang, hasil pemeriksaan medis bersama Tim Inafis Polres Majalengka memastikan korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik.

"Hasil pemeriksaan dokter dari Puskesmas Ligung bersama Tim Inafis Polres Majalengka menunjukkan korban meninggal dunia akibat tersengat arus listrik dengan luka pada bagian lutut," ujarnya.

Kasus tersebut kini masih ditangani kepolisian untuk mendalami penyebab pasti kejadian. Sementara itu, petugas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan instalasi listrik di area pertanian.

"Penggunaan perangkat listrik untuk mengendalikan hama harus memperhatikan standar keamanan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain," pungkasnya.

4. Dramatis! Damkar Kuningan Lepas Pelat Kunci di Jari Bayi 10 Bulan

Sebuah pelat penutup lubang kunci rumah tersangkut di ibu jari seorang balita di Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan. Akibat insiden tersebut, jari balita itu mengalami luka karena pelat kunci yang tajam dan sulit dilepaskan.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, balita berusia 10 bulan tersebut sedang berada di bawah pengawasan neneknya.

Namun, ketika sang nenek sedang menyetrika pakaian, balita tersebut bermain sendiri dan tanpa sengaja mengambil pelat penutup lubang kunci yang berada di dekatnya, lalu memasukkan ibu jari tangan kanannya ke lubang tengah benda tersebut.

"Sekitar pukul 10.00 WIB anaknya sedang diasuh oleh neneknya. Saat itu posisi ibu sedang di tempat kerja. Ketika neneknya menyetrika pakaian, si anak bermain sendiri. Karena tidak terawasi, korban mengambil plat cover kunci yang berada di dekatnya dan ibu jari tangan kanan masuk ke lubang tengah plat cover kunci yang bahannya cukup tajam, sehingga terjadi pendarahan di ibu jari tersebut dan plat cover kunci sulit untuk dilepaskan," tutur Arga, Jumat (17/7/2026).

Kondisi pelat penutup kunci yang tajam dan sempit mengakibatkan jari sang anak terluka hingga korban menangis histeris. Lantaran benda tersebut sulit dilepaskan, sang ibu segera pulang dari tempat kerja dan membawa anaknya ke salah satu rumah sakit di Kuningan. Namun, pihak rumah sakit menyatakan tidak dapat menangani kondisi tersebut dan menyarankan agar korban dibawa ke Kantor Damkar Kuningan.

"Setelah sampai di rumah ibu Ida membawa anaknya ke salah satu Rumah Sakit di Kuningan, tetapi tidak bisa ditangani secara medis, sehingga disarankan ke UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan meminta bantuan untuk penanganannya," tutur Arga.

Setibanya di kantor Damkar pada pukul 11.50 WIB, petugas segera mengerahkan tiga personel untuk melepaskan pelat penutup kunci tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi balita yang terus menangis serta material pelat kunci yang cukup tebal.

Setelah berupaya selama 25 menit menggunakan alat potong khusus berukuran kecil, pelat penutup lubang kunci tersebut akhirnya berhasil dilepaskan dari jari korban.

"Hambatannya karena korban yang ditangani masih balita berumur 10 bulan sehingga petugas merasa kesulitan dan harus ekstra hati-hati dalam penanganan dan pelepasan Plat Cover Kunci tersebut. Penanganan 25 menit selesai pada pukul 12.15 WIB," tutur Arga.

5. Skandal Joki Absen ASN Cirebon Terbongkar, Bayar Rp 100 Ribu

Praktik manipulasi absensi elektronik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mulai terkuak. Setelah berbulan-bulan melakukan penelusuran terhadap dugaan penggunaan aplikasi fake GPS, BKPSDM Kabupaten Cirebon menemukan fakta baru bahwa sebagian pelanggaran bukan semata dilakukan dengan memalsukan lokasi, melainkan melalui praktik joki absensi.

Modus tersebut dilakukan dengan menitipkan proses absensi kepada rekan kerja yang menggunakan satu telepon genggam untuk melakukan login dan logout sejumlah akun ASN. Ironisnya, praktik itu diduga disertai pemberian imbalan uang kepada joki dengan nominal antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu setiap bulan.

Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho Yuliarno melalui Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan (PKAP), Meilan Sarry Rumbino Rumakito mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan praktik tersebut telah terbukti terjadi di dua organisasi perangkat daerah, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik).

"Setelah dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), mereka tidak mengakui menggunakan aplikasi fake GPS. Namun setelah didalami, ternyata mereka hanya menitipkan absensi kepada satu orang yang melakukan absensi untuk beberapa pegawai," ujar Meilan, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, salah satu temuan berasal dari lingkungan puskesmas. Awalnya sejumlah ASN yang diperiksa membantah menggunakan aplikasi pemalsu lokasi. Namun investigasi BKPSDM mengungkap bahwa hanya satu orang yang menggunakan aplikasi fake GPS, sementara ASN lainnya menitipkan proses absensi melalui perangkat yang sama.

Dalam proses pemeriksaan, BKPSDM juga menemukan indikasi adanya transaksi uang sebagai kompensasi bagi pelaku joki absensi. Nominal yang diberikan bervariasi antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan, meski sebagian pihak masih belum mengakui adanya praktik tersebut.

(bba/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads