Warna-warni MPLS SD di Cirebon

Warna-warni MPLS SD di Cirebon

Ony Syahroni - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 13:08 WIB
Suasana hari pertama masuk sekolah di SDN Taman Kalijaga Permai, Kota Cirebon
Suasana hari pertama masuk sekolah di SDN Taman Kalijaga Permai, Kota Cirebon (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat sekolah dasar di Kota Cirebon diwarnai beragam cerita. Ada murid yang antusias mengenakan seragam baru, ada yang menangis saat berpisah dengan orang tua. Sementara itu, salah satu SD menerapkan sistem rotasi tempat duduk agar tak terjadi rebutan bangku.

Suasana itu terlihat di SDN Taman Kalijaga Permai, Kota Cirebon. Sejumlah orang tua tampak mengantar anak-anak mereka. Sebagian siswa langsung berbaur dengan teman-teman barunya, sementara beberapa lainnya masih enggan ditinggal orang tua.

Salah seorang wali murid, Lisa, mengaku tak khawatir melepas putranya yang baru masuk kelas 1. Menurutnya, sang anak sudah sangat antusias sejak malam sebelum hari pertama masuk sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia dari malam sudah semangat, minta dibangunin subuh supaya bisa cepat berangkat sekolah. Sudah enggak sabar pakai seragam baru, sepatu baru, dan ketemu teman-teman baru. Jadi saya enggak terlalu khawatir," kata Lisa saat ditemui di SDN Taman Kalijaga Permai, Senin (13/7/2026).

Ia mengaku persiapan menjelang masuk sekolah memang cukup menyita waktu. Mulai dari membeli seragam, sepatu hingga perlengkapan belajar lainnya. Meski repot, ia menikmati momen tersebut sebagai hal yang menyenangkan.

ADVERTISEMENT

"Repot, tapi senang. Karena anaknya juga semangat, jadi kitanya ikut senang," ujarnya.

Berbeda dengan Lisa, wali murid lainnya, Heri, harus lebih dulu menenangkan anaknya yang menangis saat hari pertama masuk sekolah. Menurutnya, sang anak masih belum terbiasa dengan lingkungan dan teman-teman baru.

Heri mengatakan tangisan itu merupakan hal yang wajar karena anaknya baru pertama kali mengenal suasana sekolah. Setelah diberi pengertian dan didampingi, perlahan anaknya mulai tenang dan bersedia berbaur bersama teman-teman barunya.

"Iya emang tadi sempet nangis anaknya nggak mau ditinggal. Wajar dia baru pertama kali masuk sekolah, lingkungan baru, dan teman-teman baru. Tapi tadi walaupun sempet agak susah, anaknya sudah mau ditinggal," kata Heri.

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru di SDN Taman Kalijaga Permai akan berlangsung selama lima hari.

Rangkaian Kegiatan MPLS

Kepala SDN Taman Kalijaga Permai, Fauziyah Hayati Fazrin, mengatakan hari pertama diisi dengan penyambutan siswa melalui pertunjukan tari. Selanjutnya, siswa diajak saling berkenalan, mengenal budaya sekolah, serta mengikuti tur keliling lingkungan sekolah.

"Hari pertama penyambutan anak-anak, ada tari-tarian, tongkat pora, lalu pengenalan teman-teman, budaya sekolah, dan tur sekolah," kata Fauziyah.

Pada hari kedua, siswa akan mengikuti pemeriksaan kebugaran dan kesehatan, edukasi perlindungan diri, serta pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan.

"Hari ketiga diisi dengan kegiatan belajar yang menyenangkan dan storytelling mengenai tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Pada hari keempat, siswa akan mendapat pembelajaran toilet training serta edukasi mengenai bahaya napza," kata dia.

Adapun hari terakhir diisi dengan pameran 14 kegiatan ekstrakurikuler dan pengenalan sistem presensi digital yang telah diterapkan sekolah.

Kemudian, pada penutupan kegiatan akan digelar kampanye anti-bullying. Selama MPLS, siswa baru juga didampingi kakak kelas melalui buddy program agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Tempat Duduk Diatur Bergiliran

Untuk mengantisipasi adanya rebutan tempat duduk pada hari pertama sekolah, SDN Taman Kalijaga Permai telah menyiapkan sistem rotasi tempat duduk bagi seluruh siswa. Pengaturan tersebut telah disosialisasikan kepada orang tua saat pertemuan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

"Terkait tempat duduk sudah kami sampaikan saat sosialisasi dengan orang tua. Nanti setiap meja diberi nomor. Hari ini anak duduk di nomor satu, besok bergeser ke nomor dua, jadi setiap hari bergantian," kata Fauziyah.

Menurut Fauziyah, sistem itu diterapkan agar seluruh siswa mendapat kesempatan duduk di posisi depan, tengah, maupun belakang secara bergantian. Cara tersebut juga bertujuan membantu anak-anak belajar berhitung dan mengenal lebih banyak teman sekelas.

"Jadi tidak ada istilah di depan terus atau di belakang terus. Semuanya bergantian setiap hari," ujarnya.

Fauziyah mengatakan tahun ini SDN Taman Kalijaga Permai menerima 96 siswa baru yang terbagi ke dalam tiga rombongan belajar.

"Di SDN Taman Kalijaga Permai awalnya pendaftar 157, tapi karena kita keterbatasan fasilitas kelas, maka diterimanya hanya 3 kelas, 96 orang yang diterima," kata Fauziyah.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads