Round Up

Misteri di Langit Majalengka dan Cirebon yang Akhirnya Terkuak

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 07:00 WIB
Cahaya misterius yang melintas langit Majalengka.(Foto: Istimewa)
Majalengka -

Langit malam di atas Kabupaten Majalengka menyuguhkan pemandangan yang tak biasa pada Sabtu (11/7). Dalam hitungan detik, sebuah kilatan cahaya berwarna biru melesat cepat melintasi angkasa sebelum menghilang di balik cakrawala. Kemunculannya yang begitu singkat justru memancing rasa penasaran warga dan memunculkan beragam spekulasi, mulai dari dugaan benda langit hingga isu ledakan.

Salah seorang yang menyaksikan langsung fenomena tersebut adalah Sumitra (62), warga Blok Galasari, Desa Lampuyang, Kecamatan Talaga. Sekitar pukul 22.00 WIB, ketika hendak menyiram tanaman cengkeh di halaman rumahnya, ia tanpa sengaja menoleh ke langit dan melihat cahaya asing meluncur dengan sangat cepat.

"Saya keluar rumah mau nyiram cengkeh. Pas lihat ke atas, di atas rumah ada yang meluncur ke bawah terus dengan cepat menghilang," kata Sumitra saat diwawancarai detikJabar.

Menurut pengamatannya, cahaya itu berukuran relatif kecil, berwarna biru, dan bergerak sangat cepat tanpa disertai suara apa pun. Seluruh peristiwa hanya berlangsung sekitar tiga hingga empat detik sebelum objek tersebut lenyap dari pandangan.

Meski singkat, kemunculan cahaya itu segera menjadi perbincangan di media sosial. Berbagai rekaman dan kesaksian bermunculan dari sejumlah daerah, memunculkan dugaan bahwa benda bercahaya tersebut merupakan meteor yang melintas di langit Pulau Jawa.

Di saat yang hampir bersamaan, warga di sejumlah wilayah Cirebon juga dibuat terkejut oleh suara dentuman keras yang terdengar dari arah langit. Banyak warga bergegas keluar rumah untuk mencari tahu sumber suara tersebut.

Di berbagai permukiman, beragam dugaan pun bermunculan. Sebagian mengira terjadi ledakan di daratan, sementara yang lain mengaitkannya dengan informasi yang beredar mengenai benda langit yang diduga jatuh setelah melintasi wilayah Jawa Barat.

Fenomena yang sempat mengundang tanda tanya itu kemudian mendapat penjelasan dari Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin. Berdasarkan analisis terhadap berbagai laporan dan dokumentasi yang beredar, Thomas menyebut objek tersebut merupakan meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi dan melintasi Pulau Jawa.

Ia menjelaskan, meteor pertama kali terdeteksi ketika melintas di atas Laut Jawa dan terlihat dari wilayah Bekasi sekitar pukul 21.22 WIB. Pada fase awal itu, meteor masih berada pada ketinggian yang cukup tinggi sehingga tampak relatif kecil dengan warna putih.

"Berdasarkan rangkaian informasi yang ada di berbagai media, dapat diungkap rangkaian peristiwa jatuhnnya meteor besar yang melintasi Jawa adalah meteor besar melintas dari laut Jawa, terdeteksi di Bekasi sekitar pukul 21:22:35 WIB. Meteor ini masih cukup tinggi sehingga terlihat relatif kecil dan berwarna putih," kata Thomas kepada detikJabar.

Thomas menjelaskan, meteor merupakan batuan antariksa yang lintasan orbitnya berpapasan dengan Bumi. Saat memasuki atmosfer pada ketinggian sekitar 120 kilometer, batuan tersebut mulai mengalami gesekan hebat dengan udara hingga memanas dan terbakar, sehingga menghasilkan cahaya yang dapat terlihat dari permukaan Bumi.

Dalam perjalanannya, meteor terus bergerak ke arah tenggara. Ketika melintasi wilayah Jawa Barat bagian timur, warga di Cirebon dan Kuningan mulai mendengar suara dentuman yang kemudian memicu berbagai spekulasi.

Menurut Thomas, suara tersebut bukan berasal dari ledakan di permukaan Bumi, melainkan gelombang kejut yang muncul karena meteor melaju dengan kecepatan sangat tinggi di atmosfer bagian bawah.

"Suara dentuman terjadi karena gelombang kejut akibat meteor bergerak sangat cepat di atmosfer bawah," ujarnya.

Seiring perjalanannya melintasi Pulau Jawa, tampilan meteor juga berubah ketika diamati dari berbagai wilayah. Di Majalengka, objek tersebut tampak memancarkan cahaya biru. Beberapa detik kemudian, fenomena serupa juga terlihat di Nagreg sekitar pukul 21.23.37 WIB. Sementara di Tasikmalaya, meteor tampak sebagai cahaya terang yang sesekali tertutup lapisan awan.

Perjalanan benda langit itu kemudian berlanjut hingga wilayah Yogyakarta sekitar pukul 21.23.57 WIB. Dari daerah tersebut, meteor terlihat berwarna hijau.

"Warna hijau muncul karena unsur magnesium pada batuan antariksa terbakar akibat suhu yang sangat tinggi saat bergesekan dengan atmosfer," jelas Thomas.

Berdasarkan analisis sementara, Thomas menduga meteor tersebut tidak jatuh di daratan, melainkan terus melaju hingga akhirnya memasuki wilayah Samudera Hindia.

"Diduga meteor akhirnya jatuh di Samudera Hindia di selatan Jawa Timur atau Bali," pungkasnya.



Simak Video "Ngabuburit Paling Pecah! Intip Keseruan Sejuntai Rasa Sedaap bareng Mie Sedaap di Cirebon"

(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork