Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang kepala SPPG di Kabupaten Bandung diduga melakukan aksi bunuh diri di lantai 12 parkiran sebuah mall di Kota Bandung. Kejadian ini sudah ditangani Polsek Regol dan Inafis Polrestabes Bandung. Jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih dan pihak keluarga sudah menerima kejadian ini.
Dalam kejadian ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti telepon genggam, sandal, KTP, serta sepucuk surat permohonan maaf korban kepada keluarga, teman dan kerabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut isi surat tersebut, diterjemahkan dari bahasa Sunda:
MOHON MAAF JIKA SAYA TIDAK BERTANGGUNGJAWAB
MAH, PA, TEH, AA, MAAFIN P*** NYA JIKA JARANGN BERCERITA/NGOBROL, P*** SUKA TIDUR AJA, DIAM SAJA DI KAMAR, BELUM BISA BERPERILAKU DEWASA, MENGECEWAKAN, MAAF.
Y*** MAAFIN P*** NYA, MAKASIH YA UDAH MAU BERTEMAN SELAMA SETAHUN MENEMANI. MOHON MAAF JIKA DILUAR EKSPEKTASI Y****... MAAFKAN P*** BUAT KECEWA TERUS.
UNTUK REKAN KERJA DAPUR MAAFIN SAYA BANYAK KURANG NYA, SAYA BELUM BELUM PANTES MENDAPATKAN POSISI ITU.
UNTUK DIRI SAYA MAAFIN SAYA, JIKA SAYA PENAKUT, MENTAL LEMAH, TIDAK PERNAH BERSOSIAL, PENDIAM, JADI BEBAN ORANG TUA. MUDAH STRES, MUDAH DEG-DEGAN, DIPENDAM SENDIRI.
TERWAKILI YA ALLAH, DIMUDAHKAN REZEKI/DALAM MENJALANI BANYAK KETAKUTAN
Konfirmasi Polisi
Dari informasi yang beredar, korban merupakan salah satu kepala SPPG di Kabupaten Bandung. Kapolsek Regol Megawati menyebut, dilihat dari KTP, pria berusia 26 tahun ini berstatus sebagai pelajar/mahasiswa.
"Untuk korban seorang mahasiswa, keterangan mahasiswa di KTP, setelah diidentifikasi dan dibawa langsung ke Sartika Asih," sebutnya.
Meski demikian, Mega membenarkan jika korban merupakan warga Kabupaten Bandung.
"Betul," ujarnya.
Mega menambahkan, pihak keluarga menerima terkait kejadian ini.
"Keluarga menerima dan buat pernyataan menerima kejadian tersebut," ucap Mega.
(wip/yum)
