Dendeng Ikan Manis Eretan Wetan, Cita Rasa Khas Indramayu yang Kian Diminati

Dendeng Ikan Manis Eretan Wetan, Cita Rasa Khas Indramayu yang Kian Diminati

Burhannudin - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 06:30 WIB
Dendeng ikan manis khas Eretan Wetan, Kandanghaur, Indramayu.
Dendeng ikan manis khas Eretan Wetan, Kandanghaur, Indramayu. (Foto: Burhanuddin)
Jakarta -

Kabupaten Indramayu tak hanya dikenal sebagai daerah penghasil hasil laut melimpah, tetapi juga memiliki beragam kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah dendeng ikan manis yang diproduksi oleh masyarakat pesisir Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur.

Olahan berbahan dasar ikan tembang ini telah menjadi salah satu produk unggulan yang tidak hanya digemari masyarakat lokal, tetapi juga dipasarkan ke berbagai daerah. Kehadirannya turut memberikan nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang pelaku usaha, Darni (56), mengaku aktivitas produksi dilakukan setiap hari untuk memenuhi permintaan konsumen. Dalam sehari, ia mampu mengolah sekitar lima kuintal hingga satu ton dendeng ikan manis yang kemudian dikirim ke sejumlah kota, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dan Cianjur.

Produk tersebut dikemas rapi dalam kardus berkapasitas sekitar 10 kilogram, agar kualitas dan cita rasanya tetap terjaga selama pengiriman.

ADVERTISEMENT

Dalam satu bulan, Darni bisa meraup omzet hingga Rp50 juta. Angka yang fantastis untuk produk olahan ikan tersebut.

"Bahan baku utama berasal dari ikan tembang segar hasil tangkapan nelayan di sini (Eretan Wetan)," katanya saat ditemui detikJabar di rumah produksinya, Selasa (30/6/2026).

Setelah dibersihkan, kata Darni, ikan diberi racikan bumbu yang terdiri atas gula pasir, ketumbar, serta rempah pilihan lainnya sebelum dijemur di bawah sinar matahari selama satu hari hingga benar-benar kering.

Proses penjemuran menjadi tahapan penting karena berfungsi sebagai pengawet alami, sehingga dendeng dapat bertahan lebih lama tanpa mengurangi kelezatan rasanya.

"Dijemur sampai kering, bisa sampai lima hari dijemurnya," kata Darni.

Setelah kering, ikan kemudian dikemas dengan susunan berlapis yang dipadukan kembali dengan campuran gula pasir dan ketumbar sebelum siap dipasarkan.

Dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas, dendeng ikan manis Eretan Wetan terus menarik perhatian pencinta kuliner dari berbagai daerah.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads