Cerita Warga Majalengka 'Berburu' Air Bersih Saat Musim Kemarau

Cerita Warga Majalengka 'Berburu' Air Bersih Saat Musim Kemarau

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Rabu, 08 Jul 2026 18:20 WIB
Antusias warga di Majalengka saat mendapatkan bantuan air bersih
Antusias warga di Majalengka saat mendapatkan bantuan air bersih (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Sudah sekitar satu bulan terakhir, Jamilah (47) harus lebih cermat mengatur penggunaan air di rumahnya. Warga RT 06/RW 02, Desa Babakan, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka itu mulai merasakan pasokan air bersih berkurang sejak memasuki musim kemarau.

Air yang biasanya mengalir lancar kini hanya keluar pada waktu-waktu tertentu. Bahkan, setelah digunakan untuk mencuci, alirannya kerap berhenti selama beberapa jam. "Kurang kondisi airnya. Kadang habis dipakai nyuci langsung mati, baru satu atau dua jam kemudian keluar lagi," kata Jamilah saat diwawancarai detikJabar, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut baru terjadi tahun ini. Pada musim kemarau di tahun-tahun sebelumnya, pasokan air di lingkungan tempat tinggalnya masih tergolong aman. "Baru tahun ini. Dulu walaupun kemarau, airnya tetap banyak," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi, Jamilah dan keluarganya menampung air yang mengalir pada malam hari. Air tersebut kemudian digunakan untuk keperluan mencuci, sementara kebutuhan memasak diupayakan sehemat mungkin.

ADVERTISEMENT

"Kalau malam ada air, jadi ditampung. Kalau siang kadang enggak keluar sama sekali. Yang susah itu buat cuci baju. Kalau masak masih bisa diatur," ungkapnya.

Di tengah kondisi itu, bantuan air bersih dari Polres Majalengka dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 datang ke wilayahnya. Bantuan tersebut disambut antusias warga karena dinilai meringankan kebutuhan air bersih sehari-hari. "Senang bisa terbantu, bisa dapat air bersih dari pemerintah. Alhamdulillah sangat membantu," ucap Jamilah.

Kepala Desa Babakan, Komarudin, mengatakan bantuan air bersih tersebut menyasar satu blok yang terdampak kekurangan air saat musim kemarau.

"Dalam hal ini saya atas nama Pemerintah Desa Babakan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kapolres yang sudah memberikan bantuan air bersih kepada warga kami, sehingga kebutuhan air bersih bisa tercukupi," katanya.

Komarudin menjelaskan, wilayah terdampak dihuni sekitar 45 kepala keluarga atau 155 jiwa. Selain rumah warga, sebuah musala di blok tersebut juga mengalami kekurangan air.

"Yang terdampak satu blok saja, sekitar 45 KK atau 155 jiwa. Kemungkinan karena pemakaian air untuk sawah dan sibel. Tapi tidak fatal, kalau penggunaannya diatur masih bisa tercukupi," jelasnya.

Menurutnya, bantuan air bersih akan dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan pokok, mulai dari memasak, mandi, hingga berwudu. "Harapannya ke depan mudah-mudahan kebutuhan air tercukupi dan tidak ada lagi kekurangan air," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kertajati, AKP Diding Sunandi, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan dengan cara mendatangi langsung rumah-rumah warga agar bantuan dapat diterima secara merata.

Selain Desa Babakan, bantuan air bersih juga disalurkan kepada warga Desa Sukawana, Kecamatan Kertajati, yang turut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads