Di tepi Telaga Biru Cicerem yang airnya sebening kaca, Jaja Sujana (33) tampak sibuk. Di tengah keriuhan wisatawan yang mengisi libur sekolah, jemarinya lincah memainkan tuas kendali. Bukan sekadar hobi, pria asal Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan ini sedang menjemput rezeki sebagai pilot drone dan fotografer di objek wisata andalan daerah tersebut.
Namun, siapa sangka, sebelum mahir menerbangkan "burung besi" di atas permukaan telaga, Jaja adalah seorang perantau yang akrab dengan deru mesin pabrik. Jauh sebelum ia dikenal sebagai kreator konten lokal, ia hanyalah satu dari sekian banyak pemuda desa yang terpaksa mengadu nasib ke kota karena sulitnya lapangan kerja di kampung halaman.
"Merantau itu kurang lebih 2 tahun kerja jadi kuli pabrik di Tangerang sampai tahun 2012," tutur Jaja mengenang masa lalunya.
Nasib membawanya pulang ke Kaduela setelah kontrak kerjanya habis. Di masa-masa menganggur itulah, titik balik hidupnya pun dimulai. Tanpa guru, tanpa sekolah formal, Jaja mulai menyelami dunia multimedia secara otodidak. Baginya, modal utama bukan sekadar rasa suka, melainkan keteguhan untuk terus mencoba meski berkali-kali gagal.
Simak Video "Video: Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun di Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang"
(mso/mso)