Hati-hati, Penipu Catut Nama Wabup Kuningan via WhatsApp

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Selasa, 07 Jul 2026 17:00 WIB
Tangkapan layar nomor penipu mengatasnamakan Wakil Bupati Kuningan (Foto: istimewa)
Kuningan -

Nama Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Pelaku menggunakan nomor 087773024795 dan berpura-pura sebagai Wakil Bupati Kuningan untuk menawarkan bantuan donasi bagi tempat ibadah.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku meminta korban mengirimkan nomor rekening beserta foto buku tabungan dengan dalih proses administrasi penyaluran bantuan.

"Asalamualaikum ini dengan salah satu pengurus masjid. Ini saya Ibu Hj Tuti Andriani wakil Bupati Kuningan. Maksud dan tujuan guna menyampaikan bantuan donasi yang dibagikan oleh Pemkab. Donasi yang dibagikan 5 tahun sekali dan diperuntukkan untuk keseluruhan tempat ibadah khususnya di wilayah Pemkab Kuningan. Baik bapak rekening atas nama lembaga sudah bisa dikirimkan," tulis pesan di nomor penipuan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Ucu Suryana, melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Nana Suhendra, menegaskan bahwa pesan tersebut merupakan modus penipuan yang mencatut identitas pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya apabila menerima pesan, panggilan telepon, atau pesan WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.

"Kami menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan, telepon, atau WhatsApp yang mengatasnamakan Bupati, Wakil Bupati, maupun pejabat Pemerintah Kabupaten Kuningan yang meminta data pribadi, nomor rekening, foto buku tabungan, atau bentuk informasi lainnya. Selalu lakukan konfirmasi melalui saluran resmi sebelum memberikan data apa pun," tutur Nana, Selasa (7/7/2026).

Menurut Nana, Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak pernah meminta masyarakat untuk mengirimkan data rekening melalui pesan pribadi atau nomor yang tidak dapat diverifikasi dalam proses penyaluran bantuan.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam memverifikasi identitas pengirim, tidak mudah tergiur dengan iming-iming bantuan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi penipuan serupa.

Masyarakat juga diharapkan tidak meneruskan informasi yang belum terverifikasi dan senantiasa mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi Pemerintah Kabupaten Kuningan agar terhindar dari berbagai modus penipuan digital.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork