Di bawah rindangnya pohon pinus Woodlands Kuningan, Rizal (46) tampak tenang bersanding dengan puluhan mobil remote control yang berjejer rapi. Di tengah hiruk-pikuk pengunjung, ia bukan sedang sekadar bermain, melainkan tengah menjemput rezeki. Puluhan mobil tersebut ia sewakan kepada anak-anak yang ingin merasakan sensasi menjadi sopir di atas tanah merah pegunungan.
Siapa sangka, pria yang kini duduk bersahaja di bawah naungan pinus itu dulunya adalah seorang "pilot" di angkasa. Sebelum terjun ke dunia sewa mainan, Rizal merupakan videografer drone dan editor kawakan selama puluhan tahun. Di masa kejayaannya, sebelum ponsel pintar merajai segalanya, jasa multimedia adalah tambang emas baginya.
Tak main-main, dalam sehari Rizal bisa mengantongi pendapatan hingga puluhan juta rupiah. Sayap usaha videografinya bahkan mengepak hingga ke luar pulau, melintasi batas-batas kota demi satu bidikan udara yang sempurna.
"Saya videografer drone awalnya. Dulu 2010 tuh sampai 2017 lah itu cari duit gampang. Jadi sehari saya dibayar Rp10 juta. Karena orang banyak yang belum punya, perusahaan pada belum punya akhirnya saya yang dipanggil. Bisa keliling Indonesia, paling jauh itu saya ke Ternate buat drone. Malah sempat kerja di stasiun televisi juga di Jakarta. Basic saya kan di Multimedia" tutur Rizal mengenang masa lalunya.
Namun, roda nasib berputar. Kehadiran ponsel pintar dengan kamera canggih, menjamurnya pemilik drone baru, hingga hantaman badai COVID-19 membuat industri multimedia yang ia geluti perlahan redup. Pelanggan mulai sepi, namun semangat Rizal tak lantas mati. Ia sempat banting setir menjadi pengemudi daring hingga berjualan makanan keliling demi menyambung hidup.
"Semenjak 2018 dan pas COVID-19 itu redup industri drone. Kompetitor semakin banyak. Harga sewanya untuk yang pemain baru tuh itu pada jatuhin harga. Karena COVID-19 juga mentok akhirnya sempat jadi driver online sama jualan pakai mobil box yang sudah dimodifikasi hingga sekarang jadi tukang sewa mainan," tutur Rizal.
Ide membuka jasa sewa mobil mainan ini lahir dari sebuah ketidaksengajaan yang manis. Awalnya, Rizal hanya ingin menyenangkan buah hatinya dengan bermain mobil remote control di depan rumah. Tak disangka, aksi mainan itu justru menyedot perhatian banyak orang. Melihat ada peluang bisnis di sana, Rizal memberanikan diri membuka lapak di pasar malam.
"Jadi dulu tahun 2021 tuh iseng cuman buka dua ya, buat anak saya sama saudaranya main depan rumah. Terus banyak yang nonton, saya sewakan. Awalnya saya dulu buka di pasar malam," kenang Rizal.
Waktu membuktikan bahwa insting bisnisnya tajam. Dari hanya bermodal dua unit mobil, kini Rizal telah memiliki ratusan koleksi mobil remote control. Sebagian ia sewakan, sebagian lagi ia jual kepada mereka yang ingin mengikuti jejaknya membuka usaha serupa.
Di musim libur sekolah, lapak Rizal di Woodlands menjadi primadona. Dengan tarif sewa Rp10.000 per 15 menit, ia mampu meraup omzet hingga ratusan ribu rupiah dalam sehari. Jika musim liburan usai, Rizal tak lantas diam; ia akan berpindah melapak di area sekolah-sekolah.
Bagi Rizal, hidup adalah tentang adaptasi. Meski kini ia tak lagi menerbangkan drone mahal di langit Indonesia, ia tetap bangga mengendalikan laju mobil-mobil kecilnya di atas tanah. Baginya, kreativitas adalah kunci agar tidak tergerus zaman yang terus berlari kencang.
"Lumayan sehari itu bisa sampai Rp 800 ribu. Kalau ada yang rusak saya benerin sendiri. Karena inikan mesinnya cukup mudah dipelajari. Rencananya sih ke depan buka usaha tempat sewa mainan khusus di lahan sendiri. Kalau ini kan masih keliling. Pelajaran pentingnya mah tadi, harus terus berpikir kreatif dan out the box agar bisa terus bertahan. Prinsipnya saya kalau cari rezeki itu harus senang dulu, rezeki ngikuti," pungkas Rizal dengan senyum optimis.
Simak Video "Video: Budidaya Udang Vaname, Ladang Cuan Para Petambak"
(mso/mso)