Proyek Jargas Cirebon Dimulai, Sasar 41 Ribu Rumah di 12 Kecamatan

Proyek Jargas Cirebon Dimulai, Sasar 41 Ribu Rumah di 12 Kecamatan

Devteo Mahardika - detikJabar
Kamis, 25 Jun 2026 22:30 WIB
Jargas di Cirebon.
Jargas di Cirebon. (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar)
Kabupaten Cirebon -

Program pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) di Kabupaten Cirebon mulai memasuki tahap awal. Saat ini, proses penandaan rumah-rumah warga yang akan mendapatkan sambungan jargas tengah dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan infrastruktur jargas.

Kabupaten Cirebon tercatat sebagai daerah dengan target pemasangan Jargas terbesar di Pulau Jawa. Secara keseluruhan, program yang digulirkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) tersebut menargetkan sekitar 158.100 sambungan rumah (SR) yang akan dipasang secara bertahap pada periode 2026 hingga 2029.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon Nanan Abdul Manan mengatakan target pemasangan jargas tersebut dibagi dalam dua tahap pelaksanaan. Untuk tahap pertama, pembangunan hingga jaringan gas dapat digunakan masyarakat ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan pada tahun 2026.

"Tujuan program jargas ini adalah memperluas akses masyarakat terhadap energi bersih sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga," ujar Nanan, Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT

Pada tahap pertama, program akan difokuskan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Palimanan, Depok, Gempol, dan Dukupuntang. Awalnya jumlah sasaran ditetapkan sebanyak 41.000 sambungan rumah, namun setelah dilakukan penyesuaian dan verifikasi data, jumlah tersebut bertambah menjadi 41.035 sambungan rumah.

Nanan menjelaskan, saat ini progres pekerjaan masih berada pada tahap penandaan rumah warga yang akan dipasangi jaringan gas. Adapun pembangunan jaringan pipa utama dijadwalkan mulai dikerjakan pada pekan depan.

"Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan pemantauan jalur pipa. Pengecekan di ruas jalan, termasuk titik pertigaan dan perempatan yang akan dilalui jaringan, juga telah dilakukan," katanya.

Menurut Nanan, Ditjen Migas mendukung program ini sehingga Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan jaringan gas rumah tangga. "Alhamdulillah, Kabupaten Cirebon menjadi daerah dengan jumlah pemasangan jargas terbanyak di Pulau Jawa," ungkapnya.

Sementara itu, tahap kedua pembangunan jargas akan menyasar delapan kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Tengahtani, Plered, Sumber, Weru, Talun, Plumbon, Klangenan, dan Jamblang.

Dengan demikian, total terdapat 12 kecamatan yang masuk dalam cakupan program jargas. Saat ini pembangunan masih difokuskan pada wilayah tengah dan barat Kabupaten Cirebon.

"Mudah-mudahan ke depan seluruh kecamatan di Kabupaten Cirebon bisa mendapatkan layanan jaringan gas bumi ini," harapnya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak akan dikenakan biaya apa pun dalam program tersebut. Seluruh proses pemasangan jaringan hingga ke rumah warga ditanggung pemerintah.

"Pemasangan pipa ke rumah gratis. Bahkan masyarakat juga akan mendapatkan kompor gas dua tungku tanpa dipungut biaya," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron telah melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Migas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon pada awal Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Cirebon menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan proyek strategis tersebut.

Imron menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam membantu koordinasi lapangan, pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat, hingga pemenuhan kebutuhan administrasi dan teknis selama masa konstruksi.

"Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan proyek ini," katanya.

Imron berharap program Jargas tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap energi yang lebih bersih dan efisien, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan rumah tangga terhadap LPG bersubsidi serta mendukung ketahanan energi nasional.

Halaman 2 dari 2
(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads