Penggunaan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Cirebon Raya terus menunjukkan tren positif. Selain diklaim praktis, gas bumi juga menjadi salah satu jembatan menuju energi bersih.
Menurut data PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Area Cirebon, saat ini tercatat lebih dari 40 ribu pelanggan rumah tangga, sekitar 260 pelanggan kecil, serta puluhan pelanggan industri yang tersebar di Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Indramayu.
Muhamad Wildan, warga RW 3 Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, adalah salah seorang yang mendaftar untuk bisa menikmati jargas. Wildan mengaku pada momen-momen tertentu kerap dipusingkan dengan kesulitan mencari gas elpiji 3 kilogram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gas elpiji 3 kilogram itu kadang kalau cari susah, pernah merasakan gitu. Cari ke sana-sini kadang nggak ada," ucap Wildan kepada detikJabar, Senin (22/6/2026).
Wildan sudah merasakan jargas sejak 2024. "Pengin sudah lama. Karena di sini sudah ada salurannya (pipa gas), beberapa tetangga sudah memasang sejak dulu," tutur Wildan.
Wildan mengatakan penggunaan jargas terbilang praktis. Ia juga mengaku tak khawatir kehabisan gas.
"Nggak perlu lagi keluar malam-malam atau pagi banget buat beli dan ganti gas. Kalau pemakaian tergantung, sebulan bisa Rp 50 ribuan kadang lebih. Tergantung pemakaiannya," katanya.
Warga lainnya, Nurul mengaku sudah puluhan tahun menggunakan jargas. Ia meneruskan penggunaan jargas dari keluarganya.
"Ya lebih praktis, tanpa harus bawa-bawa tabung gas ke toko atau agen. Sudah lama pisan ya. Terus juga jarang insiden sih, aman-aman saja sejauh ini," katanya.
"Kalau sebulan bisa sampai Rp 100 ribuan, kadang di bawah itu. Ya tergantung kalau nggak dipakai-pakai ya murah, kalau lagi sering masak yang segituan," kata warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon itu.
Sementara itu, Area Head PGN Cirebon Rhomy Adhy Prastiyo mengatakan pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga menjadi salah satu langkah mendukung transisi energi nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap energi yang praktis, aman, dan andal terus meningkat. Melalui layanan GasKita, PGN ingin menghadirkan solusi energi yang tidak hanya efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan bagi keluarga," kata Rhomy.
Ia mengatakan potensi pengembangan gas bumi di Cirebon masih sangat besar. "Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, kami berharap semakin banyak keluarga dapat menikmati manfaat gas bumi untuk kebutuhan sehari-hari. PGN berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang andal serta memperluas edukasi agar masyarakat semakin yakin dan percaya untuk beralih ke energi yang lebih bersih," ujar Rhomy menambahkan.
Rhomy menegaskan PGN menargetkan pembangunan 3.008 sambungan rumah (SR) di wilayah Cirebon. Pengembangan itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap energi yang lebih bersih sekaligus mendukung target pengembangan jaringan gas rumah tangga secara nasional.
PGN juga optimistis kolaborasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan akan mendorong pemanfaatan energi bersih di Cirebon terus berkembang. PGN terus memperluas edukasi dan sosialisasi melalui layanan GasKita, salah satunya Festival Keluarga GasKita bertajuk 'Gase Aman, Masake Nyaman!' di Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti yang bertepatan dengan HUT ke-599 Kota Cirebon.
(sud/sud)
