Ribuan warga Desa Lebakmekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, rela berpanas-panasan di bawah terik matahari demi mendapatkan bantuan pangan nasional berupa beras dan minyak goreng, Rabu (17/6/2026).
Sejak pagi hingga sore hari, warga terus berdatangan ke lokasi pembagian bantuan yang telah disiapkan pemerintah desa. Antrean panjang tampak mengular, namun masyarakat tetap tertib menunggu giliran untuk menerima bantuan yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan data pemerintah desa, sebanyak 1.951 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan pangan tersebut. Tingginya jumlah penerima membuat proses distribusi berlangsung hampir sepanjang hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Desa Lebakmekar, Royadi, mengatakan antusiasme warga sangat tinggi karena hampir dua ribu keluarga mendapatkan bantuan dalam program kali ini.
"Antusiasme warga sangat tinggi karena jumlah penerimanya mencapai hampir dua ribu keluarga," ujarnya.
Menurut Royadi, mayoritas penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat Desil 1 hingga Desil 4 atau keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah. Namun demikian, pihak desa mengakui data penerima bantuan masih membutuhkan pembaruan agar program bantuan sosial semakin tepat sasaran.
Ia menjelaskan, data yang digunakan saat ini masih mengacu pada data lama sehingga sejumlah ketidaksesuaian masih ditemukan di lapangan. Salah satunya adalah masih tercatatnya penerima bantuan yang telah meninggal dunia.
"Masih ada data penerima yang sudah meninggal, tetapi bantuan diambil oleh anggota keluarganya sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Royadi.
Untuk menjaga kelancaran distribusi dan menghindari penumpukan massa, pemerintah desa menerapkan sistem pelayanan berdasarkan urutan kedatangan. Warga yang datang lebih awal mendapat kesempatan lebih dahulu untuk menerima bantuan.
"Siapa yang datang lebih dulu, dia yang dilayani lebih dulu. Semua mengikuti budaya antre," tegasnya.
Royadi menambahkan, Dinas Sosial bersama pihak kecamatan telah melakukan sosialisasi terkait pemutakhiran data penerima bantuan sosial. Sekitar 950 kepala keluarga yang masuk kategori Desil 1 akan menjadi prioritas dalam proses perbaikan data yang akan dilakukan pada periode Juli hingga Desember 2026.
"Pemutakhiran data akan terus dilakukan agar bantuan lebih tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Salah seorang penerima bantuan, Pinah (58), mengaku tidak mempermasalahkan harus menunggu lama di tengah cuaca yang panas. Menurutnya, antrean panjang merupakan hal yang wajar mengingat banyaknya warga yang menerima bantuan pada hari yang sama.
"Karena penerimanya banyak, ya harus antre. Yang penting bantuannya bisa diterima," ujarnya.
Ia mengaku datang saat antrean sudah cukup panjang. Meski harus berdiri berjam-jam di bawah terik matahari, dirinya tetap sabar menunggu hingga namanya dipanggil.
"Daripada tidak ikut antre, nanti kapan ambilnya. Jadi saya rela panas-panasan menunggu giliran," ungkapnya.
Bagi banyak keluarga penerima manfaat, bantuan beras dan minyak goreng tersebut menjadi dukungan penting untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga.
(yum/yum)
