Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan terjatuh dari lantai dua area objek wisata kolam renang Zam Zam Pool yang berada di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, pada Minggu (14/6) sore.
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya kemudian beredar luas di media sosial. Berdasarkan rekaman yang beredar, korban terlihat sedang bermain di area tempat makan yang berada di lantai dua setelah selesai berenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video itu, anak tersebut tampak bermain di sekitar meja dan kursi berwarna merah. Awalnya, ia menaiki sebuah kursi sebelum berpindah ke atas meja. Tak lama kemudian, korban mencoba berpindah ke meja lain yang berada di sampingnya sambil berpegangan pada pagar pembatas lantai dua.
Namun nahas, saat melakukan perpindahan tersebut, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke bawah. Akibat insiden itu, korban diduga sempat tidak sadarkan diri dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Tuh naik tah labuh. (Tuh naik setelah itu jatuh)," tutur suara dalam video tersebut.
Kapolsek Jalaksana, AKP Imam Rubianto, membenarkan adanya peristiwa seorang anak yang terjatuh dari lantai dua di kawasan kolam renang tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi pada Minggu sore (14/6).
Imam menjelaskan, korban sempat tidak sadarkan diri dan mendapat penanganan di RSUD Linggajati serta RSUD 45 Kuningan. Meski demikian, kondisi korban kini telah membaik dan sudah sadar kembali. Saat ini, korban telah dibawa oleh keluarganya ke Kabupaten Indramayu untuk menjalani perawatan lanjutan.
"Bener kejadiannya hari Minggu Sore. Sudah sadar. Bagian tubuh yang patah juga tidak ada. Cuman sekarang dirawatnya sudah di rumah sakit di Indramayu. Sama orang tuanya dirawat di sana. Usia anaknya 8 tahun, masih di bawah umur," tutur Iman, Senin (15/6/2026).
Sementara itu, menanggapi peristiwa tersebut, perwakilan manajemen objek wisata Zam Zam Pool, Dede, mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan kronologi kejadian secara rinci. Hingga saat ini, manajemen masih mengumpulkan data dan keterangan dari lapangan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
"Ya nanti ya. Kita lagi mastiin baik-baik semuanya," kata Dede saat dikonfirmasi.
(dir/dir)
