Kabupaten Indramayu ternyata memiliki lambang daerah bersejarah yang telah digunakan sejak masa awal berdirinya wilayah tersebut. Lambang itu dikenal dengan nama Gagak Winangsih.
Keberadaan simbol bersejarah itu hingga kini masih dapat ditemukan masyarakat, salah satunya melalui tugu Gagak Winangsih yang berdiri di bundaran putar arah Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, Jalur Pantura Indramayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Yayasan Indramayu Historia, Nang Sadewo mengatakan, Gagak Winangsih merupakan lambang Kademangan Dharma Ayu Nagari atau Pedukuhan Cimanuk, yang menjadi cikal bakal Indramayu pada sekitar tahun 1750-an.
"Lambang itu mulai dikenal pada masa kepemimpinan Raden Sawedi atau Wiralodra III," ujar Sadewo kepada detikJabar, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, lambang tersebut digambarkan dalam bentuk burung gagak bersayap emas. Pada bagian belakangnya terdapat Cakra Udaksana, pusaka milik pendiri Indramayu, Raden Bagus Aria Wiralodra. Selain itu, terdapat pula dua tombak yang dipasang menyerong di sisi kanan dan kiri.
Menurut Sadewo, Gagak Winangsih memiliki makna filosofis tentang semangat dan ketangguhan masyarakat pesisir Indramayu dalam membangun kehidupan di kawasan muara Sungai Cimanuk.
Filosofi itu diambil dari karakter burung gagak yang dikenal ulet dan tidak mudah menyerah dalam bertahan hidup.
"Lambang ini juga menggambarkan keberanian, kehormatan, serta semangat masyarakat Dermayu dalam berkarya dan mengabdi," kata dia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tugu Gagak Winangsih di Jalur Pantura Indramayu dibangun sekitar tahun 2015 hingga 2016. Monumen tersebut memiliki tinggi sekitar empat meter dan lebar mencapai lima meter.
Selain di kawasan Pantura, masyarakat juga dapat melihat dokumentasi lambang Gagak Winangsih di Museum Bandar Cimanuk, Jalan Veteran, Indramayu. Foto lambang tersebut dipamerkan sebagai sarana edukasi sejarah bagi masyarakat dan generasi muda.
(dir/dir)
