Mengenal 'Kosong 3', Tempat Makan Gratis di Cirebon yang Ramai Diserbu

Mengenal 'Kosong 3', Tempat Makan Gratis di Cirebon yang Ramai Diserbu

Ony Syahroni - detikJabar
Selasa, 19 Mei 2026 07:31 WIB
Kosong 3
Kosong 3 (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)..
Cirebon -

Kosong 3, tempat makan siang gratis di Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, tiap hari diserbu ratusan warga. Kegiatan yang digagas Abdurrahman bersama rekan-rekannya sejak 2024 itu awalnya hanya menyediakan beberapa porsi nasi telur, namun kini berkembang hingga membagikan ratusan porsi dengan menu yang berganti setiap hari.

Di bawah rindangnya pepohonan di Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, antrean warga mulai memanjang menjelang siang. Meski matahari cukup terik, suasana di lokasi terasa lebih teduh karena deretan pohon besar yang menaungi area pembagian makan gratis itu.

Sebagian warga berdiri sambil bercengkerama, sebagian lagi duduk santai di pinggir jalan menunggu giliran. Ada pengemudi ojek online, pemulung, pekerja harian, dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang waktu makan siang, suasana di lokasi makin ramai. Satu per satu orang berdatangan, membentuk barisan panjang di depan tempat makan gratis yang setiap hari dibuka selepas salat zuhur.

Di balik antrean itu, ada dapur sederhana. Dari tempat itulah ratusan porsi makanan dengan beragam lauk pauk dimasak setiap hari.

ADVERTISEMENT
Kosong 3Kosong 3 (Foto: Ony Syahroni/detikJabar).

Program makan gratis tersebut digagas oleh Abdurrahman bersama dua rekannya sejak Februari 2024. Awalnya, mereka hanya membagikan 10 hingga 15 porsi nasi telur setiap hari.

"Awal kita hanya 10 porsi sampai 15 porsi rutin sehari per hari," kata Abdurrahman saat ditemui di lokasi, Senin (18/5/2026).

Ia bercerita, kegiatan itu bermula dari pengalaman sederhana saat berbagi makanan kepada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Saat itu, menu yang dibagikan hanya nasi, telur, dan sambal.

"Dulu kan cuma nasi telur aja menunya. Dikasih nasi telur sama sambal aja sampai nangis ternyata belum makan," ujarnya.

Seiring waktu, jumlah penerima terus bertambah. Program yang awalnya berjalan sederhana perlahan berkembang. Kini, menu makanan tak lagi hanya telur.

"Alhamdulillah sekarang bisa ganti-ganti menunya. Bahkan sampai tongseng daging sapi," katanya.

Setiap hari, makanan mulai dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB. Jumlah porsinya pun jauh meningkat dibanding awal berdiri.

"Sekarang sampai 350 sampai 400 porsi per hari. Yang antre banyak, di sini bebas siapa saja yang butuh makan boleh. Kita tidak membatasi. Yang antre ada ojol, pemulung, dan lain-lain," ujar pria berusia 50 tahun itu.

Pantauan detikJabar di lokasi, antrean belum sepenuhnya terisi saat pembagian dimulai. Abdurrahman mengatakan jumlah warga biasanya terus bertambah menjelang siang.

"Ini belum datang semua, nanti sampai sana biasanya," katanya sambil menunjuk antrean yang memanjang.

Awalnya, seluruh kebutuhan ditanggung pribadi oleh para penggagas. Dalam perjalanannya, bantuan mulai datang dari warga yang tergerak. Bantuan itu berupa titipan lauk atau bahan makanan untuk dimasak dan dibagikan kepada warga.

"Awalnya memang pribadi, terus ada orang yang terketuk, 'jangan telur terus dong kasihan. Saya nitip ya'. Misalkan nitip untuk hari ini lauknya begini, ada yang request donaturnya. Donatur yang menentukan sendiri," katanya.

"Dulu kita masih nolak dulu kalau ada yang mau donasi. Kalau mau donasi bahannya aja, kita tinggal masak," sambung dia.

Makna Nama Kosong 3

Nama "Kosong 3" yang digunakan sebagai identitas tempat makan siang gratis ini pun punya makna tersendiri. Abdurrahman mengatakan, nama itu lahir dari semangat melayani.

"Kita kan mau melayani, mau ngasih makan orang berarti kita melayani. Jadi kita betul-betul melayani, makanya kita harus dikosongkan dulu diri kita ini dari sombong, serakah, angkuh, itu kita hilangkan dulu," kata dia.

Kini, pengelolaan kegiatan sehari-hari dilakukan bersama istrinya dibantu para relawan. Untuk kebutuhan memasak, mereka bahkan membangun dapur sederhana di belakang lokasi pembagian makanan.

Bagi sebagian warga, keberadaan makan siang gratis itu menjadi penolong untuk mengobati rasa lapar saat siang hari.

Jamal, salah seorang warga yang ikut mengantre, mengaku baru pertama kali datang ke lokasi tersebut. Ia mengetahui tempat itu saat melintas di kawasan Jalan Sudarsono.

Menurutnya, program seperti itu sangat berarti bagi masyarakat kecil. "Sangat membantu buat kalangan orang-orang yang sederhana," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video KPK: Aliran Uang Kasus Haji ke Gus Aiz Berasal dari Biro Travel"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads