Petani di Kabupaten Cirebon mengembangkan kebun benih tebu untuk mendukung program swasembada gula nasional. Program bantuan dari pemerintah pusat ini dikembangkan di lahan seluas 100 hektare.
Program tersebut dilaksanakan sejak Februari hingga April 2026 dan kini telah menyelesaikan proses penanaman di seluruh area yang direncanakan. Selain pembangunan kebun benih, pemerintah juga menjalankan program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu di Kabupaten Cirebon seluas 1.423 hektare pada tahun 2026.
Petani tebu di Cirebon merespons positif program tersebut karena membantu kondisi permodalan yang masih sulit di sektor pertanian. Ketua Koperasi Semar, Rahmat mengatakan bantuan pemerintah melalui program kebun benih dan bongkar ratoon memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan usaha petani tebu di Kabupaten Cirebon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program pembangunan Kebun Benih Datar (KBD) tidak hanya membantu peningkatan produksi tebu, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian," katanya, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, sejak proses penanaman hingga masa tebang benih yang diperkirakan berlangsung dari Februari sampai November 2026, program tersebut mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja. "Program ini sangat membantu petani tebu, terutama di tengah kondisi permodalan yang sulit. Selain itu, penyerapan tenaga kerja juga cukup besar sehingga membantu mengurangi angka pengangguran di sektor pertanian," ujarnya.
Rahmat berharap pemerintah pusat tidak hanya memberikan bantuan program penanaman, tetapi juga mendukung kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani tebu di Kabupaten Cirebon. Berbagai alat seperti traktor, grab loader, hingga sugarcane harvester sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas pertanian tebu.
"Program pembangunan kebun benih tebu sendiri menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk mencapai target swasembada gula nasional pada periode 2028 hingga 2030," ungkapnya.
Selain melalui program bongkar ratoon, pemerintah juga mendorong penggunaan varietas unggul yang lebih produktif guna meningkatkan hasil panen tebu di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Cirebon. Pemerintah juga memberdayakan petani tebu lokal sebagai mitra penyedia benih berkualitas agar ketersediaan benih unggul dapat terus terjaga secara mandiri.
Rahmat tak menampik dukungan pendanaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tebu Rakyat membantu petani memperoleh modal usaha dengan bunga ringan, serta kepastian pasar hasil panen. Rahmat berharap kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Cirebon meningkat melalui penggunaan benih unggul dan dukungan sarana produksi pertanian yang lebih memadai.
Sementara itu, salah seorang petani tebu Sukendi mengaku merasakan dampak positif dari program kebun benih hingga permodalan. Sukendi menyebut petani dengan mudah mendapatkan benih tebu berkualitas.
"Ya karena mendapatkan benih tebu berjenjang dengan mutu dan kualitas baik. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas panen dari 80 menjadi 100-130 ton hektare," harap Sukendi.
(dir/dir)
