Jalur Pantura di Kota Cirebon mendadak berubah menjadi arena adu kecepatan pada Minggu (3/5) dini hari. Sejumlah pemuda nekat menutup sebagian ruas Jalan Ahmad Yani untuk melakukan aksi balap liar.
Aksi itu pun memicu keresahan masyarakat. Warga yang merasa terganggu oleh aksi tersebut lalu melapor ke petugas kepolisian melalui layanan 110.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas kita pukul 02.00 WIB mendapat laporan di 110. Pada saat masyarakat itu melintas, terjadi penutupan di lampu merah Harjamukti," kata Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, Minggu (3/5/2026).
Ketika petugas datang, situasi yang semula ramai seketika buyar. Para pemuda yang terlibat dalam aksi balap liar itu langsung kocar-kacir meninggalkan lokasi.
"Ini didapati anak-anak muda yang sedang melaksanakan trek-trekan. Ada dua kelompok anak muda yang sedang melaksanakan trek-trekan," ujarnya.
Situasi di lokasi itu pun sempat diwarnai aksi pengejaran. Petugas mengejar para pelaku hingga ke Jalan Pramuka. Tiga pemuda akhirnya berhasil diamankan, sementara dua sepeda motor yang digunakan turut disita.
"Kita kejar dan kita tangkap di Jalan Pramuka. Ini didapatkan dua sepeda motor yang memang ini kita lihat sudah dimodifikasi, dan juga satu sepeda motor ini tidak memiliki dokumen sama sekali," terang Eko.
Eko mengatakan, pihaknya langsung mengambil tindakan terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi balap liar tersebut.
Di sisi lain, polisi masih menelusuri kemungkinan adanya unsur taruhan atau praktik perjudian dalam aksi balap liar itu.
"Ini kita lakukan prosedur penilangan dan kita lakukan pembinaan, dan masih kita dalami apakah ada unsur judinya yang bisa kita buktikan sehingga bisa kita teruskan untuk ke proses pidananya. Dari TKP balap liar ini ada tiga orang yang kita amankan," ungkap Eko.
Eko menambahkan, aksi balap liar di Kota Cirebon kerap terjadi di dua titik, yakni Jalan Ahmad Yani dan Jalan Brigjen Dharsono.
"Memang sering sekali kita mendapat laporan dari masyarakat (terkait aksi balap liar). Itu di Jalan Brigjen Dharsono dan Jalan Ahmad Yani," ujar Eko.
Ia menjelaskan, patroli rutin dilakukan, namun para pelaku kerap bermain kucing-kucingan dengan petugas.
"Kita sudah sering melaksanakan patroli, tapi memang sering terjadi kucing-kucingan. Begitu melihat petugas, mereka langsung berpindah tempat. Saat kita tunggu di satu titik, mereka pindah ke titik lain," tandasnya.
(orb/orb)
