Tiga Kelas SDN Mirat 3 Majalengka Ambruk, Diduga Akibat Hujan Deras

Tiga Kelas SDN Mirat 3 Majalengka Ambruk, Diduga Akibat Hujan Deras

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Jumat, 01 Mei 2026 15:54 WIB
Tiga atap ruangan kelas di SDN Mirat 3 Majalengka ambruk.
Tiga atap ruangan kelas di SDN Mirat 3 Majalengka ambruk. (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Atap tiga ruang kelas di SDN Mirat 3, Kabupaten Majalengka, ambruk. Puing-puing seperti rangka baja ringan hingga genteng berserakan dan menimpa kursi serta meja di dalam ruangan.

Beruntung, peristiwa tersebut tidak terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini, garis polisi telah dipasang di tiga ruang kelas yang terdampak.

Kepala SDN Mirat 3 Ati Nurhayati menyampaikan, dirinya pertama kali mengetahui kejadian itu setelah mendapat telepon dari penjaga sekolah pada pagi hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya tadi pagi, habis salat Subuh saya ditelepon penjaga sekolah, Pak Dodo. Katanya, 'Ibu, ini kumaha sekolah ambruk?' (Ibu, ini gimana sekolah ambruk?). Saya langsung ke sekolah, dan ternyata tiga ruang kelas ambruk," kata Ati saat diwawancarai detikJabar, Jumat (1/5/2026).

ADVERTISEMENT

Ati mengaku, tidak ada tanda-tanda kerusakan sebelumnya. Aktivitas belajar mengajar pada hari sebelumnya pun berjalan normal.

"Kemarin waktu kegiatan belajar, tidak ada firasat apa-apa. Semuanya biasa saja," ujarnya.

Ia menduga, ambruknya atap dipicu hujan deras yang disertai angin kencang pada malam sebelumnya.

"Semalam sekitar jam 7 malam hujan terus-terusan, ditambah angin besar. Sampai sekitar jam 2-an (dini hari) juga masih hujan. Mungkin itu penyebabnya," jelasnya.

Meski begitu, Ati menyebut, bangunan tersebut sebenarnya belum tergolong tua. Terakhir, sekolah itu menjalani rehabilitasi pada tahun 2022.

"Bangunan sebetulnya belum tua, terakhir direhab tahun 2022," ungkapnya.

Akibat kejadian ini, tiga ruang kelas yang terdampak yakni kelas 1, 2, dan 3 tidak bisa digunakan sementara waktu. Total ada 97 siswa yang terdampak, terdiri dari 37 siswa kelas 1, 35 siswa kelas 2, dan 25 siswa kelas 3.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar akan dialihkan ke sejumlah ruangan yang masih aman.

"Untuk sementara pembelajaran kami gunakan musala, lalu ada perpustakaan dan ruang IT," tuturnya.

Ati menambahkan, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan. Petugas dari dinas pun telah meninjau lokasi.

"Tadi pagi sudah ada dari dinas, Pak Kabid sama Ibu Kasi Sapras sudah ke sini," katanya.

Ia memastikan, bagian bangunan yang ambruk merupakan atap ruang kelas. Namun, kondisi struktur di beberapa titik terlihat sudah tertarik.

"Yang ambruk atapnya, tapi ada bagian yang sudah ketarik juga," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads