Suasana tenang di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon mendadak berubah mencekam pada Minggu siang (19/4). Ratusan warga panik dan berhamburan keluar rumah setelah merasakan getaran misterius yang terjadi secara tiba-tiba.
Getaran tersebut dilaporkan dirasakan di tiga wilayah, yakni Blok Beledug, Blok Karang Anyar, dan Blok Tari Kolot. Bahkan, fenomena ini tidak hanya terjadi sekali. Warga menyebut getaran terasa dua kali dalam selang waktu berdekatan, sekitar pukul 11.18 WIB dan 11.21 WIB.
Tak hanya itu, sehari sebelumnya, Sabtu (18/4), warga juga sempat merasakan getaran serupa sebanyak dua kali sekitar pukul 15.00 WIB. Rentetan kejadian ini semakin menambah kekhawatiran masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perangkat Desa Cipanas, Toyib, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat satu rumah warga yang mengalami kerusakan ringan akibat getaran.
"Ada satu rumah yang mengalami kerusakan di bagian plafon dan tembok," ujarnya.
Menanggapi kejadian ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, memberikan penjelasan awal berdasarkan hasil pemantauan alat sensor.
Menurutnya, pada Minggu 19 April 2026 pukul 11.22 WIB, sensor BMKG di Pasawahan, Kuningan (PKJM) mencatat adanya getaran. Namun, sinyal yang terekam sangat kecil dan tidak terdeteksi oleh tiga sensor lain yang berada beberapa kilometer dari lokasi.
"Berdasarkan rekaman gelombang P dan S pada sensor PKJM, terdapat selisih waktu sekitar 3 detik. Dari data tersebut, diperkirakan sumber getaran berada pada jarak kurang lebih 10 kilometer dari lokasi sensor," jelasnya.
BMKG sendiri memiliki empat sensor di wilayah sekitar Cirebon, yakni di Jatiwangi (Majalengka), Pasawahan (Kuningan), Astanajapura, dan Pabuaran (Cirebon). Namun, karena hanya satu sensor yang merekam, analisis lebih lanjut belum dapat dilakukan secara akurat.
"Karena hanya satu sensor yang mencatat, sistem belum bisa melakukan pemrosesan analisis secara menyeluruh. Kami belum dapat memastikan apakah getaran ini merupakan aktivitas seismik lokal atau berasal dari sumber lain seperti aktivitas geotermal maupun gunung api," tambahnya.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Warga diminta hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG yang disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.
Sementara itu, hingga saat ini, fenomena getaran misterius tersebut masih menjadi perhatian warga. Banyak warga yang berharap adanya penjelasan lebih lanjut agar tidak menimbulkan kepanikan berkepanjangan.
(dir/dir)











































