Viral di media sosial sebuah bangunan sekolah dasar di Kabupaten Majalengka yang tampak jomplang dengan bangunan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) menuai sorotan publik.
Sekolah yang menjadi perhatian publik itu adalah SDN Gandawesi II yang berada di wilayah Kecamatan Ligung, Majalengka. Di tengah kondisi dapur yang terlihat bagus, bangunan sekolah tersebut justru tampak memprihatinkan.
Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Majalengka memastikan segera melakukan penanganan terhadap sekolah tersebut. Bahkan, tahun ini sudah masuk dalam rencana perbaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Disdik Majalengka Raden Muhammad Umar Ma'ruf menyampaikan, jauh sebelum viral, pihaknya sudah melakukan pendataan dan pemetaan kondisi sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMP di seluruh Majalengka. Hal itu merupakan upaya bagian dari skema revitalisasi yang dimulai sejak 2025.
"Seluruh sekolah sudah kita mapping. Termasuk kejadian-kejadian seperti bangunan ambruk dan kerusakan lainnya. Jadi bukan karena viral baru ditangani," kata Umar kepada detikJabar, Kamis (16/4/2026).
Umar menjelaskan, SDN Gandawesi II memang termasuk dalam kategori rusak berat. "Dari hasil survei, ada tiga ruang kelas yang rusak berat. Untuk kondisi seperti ini, alternatifnya memang harus diusulkan ke pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten," jelasnya.
Adapun untuk penanganannya, Disdik telah mengusulkan perbaikan melalui program revitalisasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selain itu, proses administrasi juga telah dilengkapi, termasuk koordinasi terkait status lahan sekolah yang berada di tanah TNI AU.
Disdik memastikan, koordinasi dengan pihak TNI AU berjalan lancar.
"Alhamdulillah respon positif dari Pak Danlanud, kemarin pun sudah membuat surat keterangan bahwa Pak Danlanud juga tidak keberatan bahkan mendukung apabila SD Gandawesi 2 ini dilakukan rehabilitasi. Dan kami lampirkan ke Kementerian Dikdasmen," ucap Umar.
Di sisi lain, Ia menegaskan, keterbatasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi salah satu kendala dalam menangani kerusakan berat. "BOS itu maksimal hanya bisa 20 persen untuk pemeliharaan. Jadi tidak mungkin digunakan untuk perbaikan berat seperti ini," ujarnya.
Secara keseluruhan, Disdik Majalengka mengusulkan ratusan sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi. Rinciannya, 221 SD, 63 SMP, dan 39 PAUD/TK.
"Total ada 323 sekolah yang kita usulkan. Termasuk Gandawesi 2 ini," ujarnya.
Umar pun memastikan, SDN Gandawesi 2 berpeluang besar mendapatkan penanganan tahun ini. "Insyaallah (revitalisasi tahun ini), karena seluruh persyaratan sudah kita lengkapi sampai tadi malam. Mudah-mudahan ada atensi dari pemerintah pusat dan bisa direalisasikan tahun ini," ucapnya.
Tak hanya itu, Pemkab Majalengka juga tetap mengalokasikan anggaran daerah untuk perbaikan sekolah, meski di tengah efisiensi.
"Tahun ini ada 22 sekolah yang ditangani, terdiri dari 17 SD dan 5 SMP. Tapi sifatnya hanya perbaikan sebagian, tidak menyeluruh," pungkasnya.
(dir/dir)
