Satpam-Siswi yang Hanyut di Sungai Banjaran Dikenal Sosok Baik

Satpam-Siswi yang Hanyut di Sungai Banjaran Dikenal Sosok Baik

Yuga Hassani - detikJabar
Kamis, 16 Apr 2026 17:23 WIB
Kondisi TKP jatuhnya GL di sungai Cibanjaran, Kampung Girang Deket, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (16/4/2026).
Kondisi TKP jatuhnya GL di sungai Cibanjaran, Kampung Girang Deket, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).
Kabupaten Bandung -

Agus Sutisna (52) dan siswi berinisial GL (18) dikenal sebagai sosok teladan di SMAN 1 Banjaran, Kabupaten Bandung. Keduanya dikenal memiliki kepribadian baik kepada siapa pun, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

Jenazah GL telah dimakamkan di Astana Luhur, Kecamatan Banjaran, sementara Agus Sutisna dimakamkan di Desa Baros, Kecamatan Arjasari, pada Kamis (16/4/2026). Keduanya meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Cibanjaran.

Kepala SMAN 1 Banjaran, Iwan Kurniawan mengungkapkan, Agus telah bekerja di sekolah tersebut sejak tahun 2023. Menurutnya, pria tersebut bergabung untuk menggantikan saudaranya yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia orang yang luar biasa dan dia masuk sebagai pegawai di sini pada saat saya sudah menjabat. Karena kita kekurangan satpam, kemudian kita rekrut," ujar Iwan saat ditemui di sekolah.

Pihak sekolah menilai sosok Agus sebagai pribadi yang konsisten dan memiliki komitmen tinggi dalam bertugas. Bahkan, Iwan menganggap Agus merupakan penjaga keamanan terbaik di antara yang lainnya.

ADVERTISEMENT

"Kalau saya bilang jujur ya, di antara empat security dia yang paling loyal di mata saya dan di mata teman-teman. Walaupun ya, dia dulu punya latar belakang yang luar biasa, tapi luar biasa bagus dalam bekerja," katanya.

Iwan menyebutkan, Agus adalah sosok yang sangat peduli kepada sesama. Hal itu terbukti saat peristiwa nahas terjadi; Agus tetap melompat untuk menolong meski tidak mengetahui siapa orang yang hanyut tersebut.

"Ada satu pesan yang selalu disampaikan. Ini kepada siapapun. 'Pak saya mah pengen maot khusnul khotimah' Luar biasa. Itu yang besar. Subhanallah, saya semalaman kami jaga di bisa tidur. Kehilangan," jelasnya.

Sementara itu, sosok Agus juga sangat dicintai oleh para siswa. Salah satu siswa yang cukup mengenal penjaga sekolah tersebut adalah siswi kelas 10, Salma Nakia Putri (16).

"Pak Agus engga pernah marah. Di sini tuh sering eskul sampai maghrib, gak pernah marah, cuma neguhnya teh secara ramah banget, baik banget," kata Salma.

Salma menuturkan, Agus dikenal sangat ramah kepada para siswa, terutama saat mereka tengah menjalani kegiatan ekstrakurikuler maupun agenda sekolah lainnya.

"Kalau ke siswa baik banget. Waktu itu juga sering ada event, itu mah enggak negur dan malah nemenin para siswa sampai malam. Terus nyuruh pulangnya juga enggak dimarahin, baik banget," ucapnya.

Salma mengaku sangat terpukul dan sedih ketika mendengar kabar Agus ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Ia berharap amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya.

"Sedih banget, pada nangis siswa juga pas kabar ditemukan meninggal," ungkapnya.

Di sisi lain, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, Ismail Kusmayadi menjelaskan, GL merupakan siswi kelas 12. Remaja tersebut sebenarnya tinggal menunggu pengumuman kelulusan pada 4 Mei 2026 mendatang.

"Dia orangnya baik gitu ya, pendiam, tidak banyak bicara di kelas dan memang dengan teman-temannya juga baik," kata Ismail.

"Memang ya kami juga merasa kehilangan ya yang seharusnya di akhir tahun pelajaran ini anak ini mendapatkan ijazah untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan sebagainya. Kemudian Allah punya jalan lain lah," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penjelasan Pemkab Bandung soal Separator Jalan di Exit Tol Soroja"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads