Akhir Pencarian Nelayan Indramayu, Jasad Ditemukan Terlilit Jaring

Akhir Pencarian Nelayan Indramayu, Jasad Ditemukan Terlilit Jaring

Burhannudin - detikJabar
Selasa, 14 Apr 2026 17:11 WIB
Evakuasi korban di Pelabuhan Perikanan Eretan Kulon Indramayu, Selasa (14/4/2026).
Evakuasi korban di Pelabuhan Perikanan Eretan Kulon Indramayu, Selasa (14/4/2026). Foto: Istimewa
Indramayu -

Tim gabungan berhasil menemukan jasad seorang nelayan KM Julita Jaya yang sebelumnya dilaporkan jatuh di perairan Eretan, Kabupaten Indramayu. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pelaksanaan operasi tim SAR, Selasa (14/4/2026).

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Indramayu AKP Asep Suryana mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB setelah tim menerima informasi dari nelayan yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban ditemukan dalam kondisi terlilit jaring pada perahu KM Sri Milik yang dinakhodai saudara Raswandi. Lokasi penemuan berada pada titik koordinat 06Β°17.250' LS - 108Β°03.750' BT," ujar Asep.

Ia menjelaskan, jenazah korban diduga mulai tersangkut jaring sekitar pukul 07.20 WIB saat nelayan tengah menarik jaring di laut.

ADVERTISEMENT

Menindaklanjuti informasi tersebut, kata Asep, anggota Satpolairud segera berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk proses evakuasi.

Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.30 WIB, dengan tim gabungan bertolak dari Dermaga Pelabuhan Perikanan Eretan Kulon menuju lokasi pencarian. Tim terdiri dari personel Satpolairud Polres Indramayu, Ditpolairud Polda Jawa Barat dengan dua kapal patroli, Basarnas Cirebon, serta pengurus KUD Mina Bahari Eretan Kulon.

Setelah proses evakuasi, pada pukul 09.15 WIB tim bergerak kembali menuju dermaga. Jenazah tiba di Pelabuhan Perikanan Eretan Kulon sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

"Seluruh rangkaian kegiatan pencarian hingga evakuasi berjalan aman dan terkendali, meskipun kondisi cuaca saat pencarian mendung dan gelombang laut cukup tinggi," tambahnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads