Pembangunan Underpass Jatibarang Dimulai Mei 2026

Pembangunan Underpass Jatibarang Dimulai Mei 2026

Burhanudin - detikJabar
Kamis, 09 Apr 2026 19:55 WIB
Underpass Jatibarang terlihat ramai oleh pengendara
Underpass Jatibarang terlihat ramai oleh pengendara (Foto: Istimewa).
Indramayu -

Proyek pembangunan underpass di perlintasan kereta api Jatibarang, Kabupaten Indramayu, dipastikan mulai dikerjakan pada Mei 2026. Infrastruktur ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan sekaligus mencegah insiden kendaraan besar tersangkut.

Pembahasan lanjutan mengenai proyek tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kecamatan Jatibarang, beberapa waktu lalu.

Rapat itu melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta masyarakat yang terdampak langsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Camat Jatibarang, Mardono, menyampaikan bahwa warga pada prinsipnya telah menyetujui rencana pembangunan tersebut. Pemerintah juga telah melakukan sosialisasi sebelumnya guna memastikan dukungan masyarakat.

Menurut data Pemerintah Kabupaten Indramayu, setidaknya 20 rumah warga akan terdampak proyek ini. Dari jumlah tersebut, tujuh rumah berdiri di atas tanah milik pribadi, sementara sisanya berada di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

ADVERTISEMENT

"Sebagai tindak lanjut, tim gabungan bersama unsur pertanahan dijadwalkan melakukan pengukuran lahan di lapangan pada pekan depan. Proses ini menjadi tahap awal sebelum penetapan skema ganti rugi," ujar Mardono saat dihubungi pada Kamis (9/4/2026) sore.

Terkait kompensasi, pemerintah daerah akan mengacu pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) serta melibatkan pihak appraisal independen untuk memastikan nilai ganti rugi yang adil bagi masyarakat terdampak.

Secara teknis, kata Mardono, proyek underpass ini akan mengubah struktur perlintasan secara signifikan. Jalan akan diperlebar masing-masing 15 meter ke arah kanan dan kiri, serta 50 meter ke arah utara dan selatan. Selain itu, jalur yang sebelumnya hanya satu lajur akan ditingkatkan menjadi dua lajur.

Ketinggian ruang bebas di bawah terowongan juga akan ditambah hingga 2,4 meter guna mengakomodasi kendaraan berukuran besar seperti bus dan truk agar dapat melintas tanpa hambatan.

"Selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif. Kendaraan dari arah Indramayu Kota akan diarahkan melalui Pasar Jatibarang menuju Polsek Jatibarang atau dialihkan ke Desa Bulak," ungkap Mardono.

Menanggapi kekhawatiran warga terkait potensi banjir, pemerintah memastikan proyek ini dilengkapi sistem drainase modern.

Pompa otomatis akan dipasang di kedua sisi terowongan untuk mengantisipasi genangan air, yang selanjutnya dialirkan ke Sungai Sindupraja.

Kepala Desa Jatibarang, Agus Darmawan, menyambut positif pembangunan tersebut. Ia menilai underpass menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurai kemacetan sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayahnya.

"Alhamdulillah, masyarakat menyambut baik adanya proyek ini, karena memang sudah diketahui bersama bahwa ini menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun," ujar Agus kepada detikJabar.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Detik-detik Mercy Mogok di Rel Kereta Bogor, Warga Berjibaku Evakuasi!"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads