Cirebon Raya Sepekan: Tragis Remaja Tewas Terlindas Truk

Jabar Sepekan

Cirebon Raya Sepekan: Tragis Remaja Tewas Terlindas Truk

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 04 Apr 2026 16:00 WIB
Close-up of a hand holding a mobile phone. Pieces of glass on the street
ilustrasi kecelakaan. Foto: iStock
Cirebon -

Beragam persitiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya pada pekan ini, dari mulai seorang remaja tewas terlindas truk di Kuningan, pencuri motor babak belur dihajar massa di Cirebon hingga aksi demo tambak berakhir ricuh di Indramayu.

Berikut rangkuman Cirebon Raya sepekan:

Nyawa Remaja Kuningan Melayang Usai Terlindas Truk

Seorang remaja berinisial MF (17) meninggal dunia setelah terlindas truk Mitsubishi Colt Diesel Canter di Jalan Raya Desa Sindangagung, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon, melalui Kanit Gakkum IPTU Sri Martini, menjelaskan bahwa MF saat itu tengah berboncengan dengan kakaknya, HN (24), warga Desa Sumurwiru, Kecamatan Cibeureum, Kuningan. Keduanya mengendarai sepeda motor Yamaha Xeon tanpa nomor polisi.

ADVERTISEMENT

Peristiwa bermula saat sepeda motor yang dikendarai HN melaju dari arah timur (Luragung) menuju barat (Kuningan Kota). Setibanya di lokasi kejadian, pengendara motor berusaha mendahului truk yang berada di depannya. Namun nahas, MF terjatuh ke badan jalan sebelah kiri dan diduga langsung terlindas oleh truk Mitsubishi Colt Diesel Canter tersebut.

Akibat insiden tersebut, MF mengalami luka berat pada bagian kepala serta patah tulang di beberapa bagian tubuh. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara HN dilaporkan tidak mengalami luka fisik.

Identitas pengemudi truk hingga kini belum diketahui karena yang bersangkutan langsung melarikan diri ke arah Kuningan seusai kejadian. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas sopir truk tersebut.

"Korban merupakan kakak beradik yang akan menuju ke Kuningan. Adiknya , MF, meninggal di tempat kejadian dan saat ini berada di RSUD 45. Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kendaraan truk yang terlibat dalam kejadian ini. Kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kendaraan tersebut agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian," tutur Sri, Rabu (1/4).

Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat hendak mendahului kendaraan lain. Menurut Sri, kondisi arus lalu lintas saat kejadian tergolong lengang dengan kondisi cuaca yang cerah.

"Kami mengingatkan kepada pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kelengkapan kendaraan, serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara guna mencegah kejadian serupa," pungkas Sri.

Guna pengembangan penyelidikan, polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Kuningan.

Mling Motor Bonyok Dihajar Warga di Cirebon

Sebuah video viral yang memperlihatkan aksi dugaan pencurian sepeda motor di Desa Bojong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, viral di berbagai grup WhatsApp dan media sosial Facebook. Dalam rekaman tersebut, seorang terduga pelaku tampak diamuk massa setelah dipergoki warga saat beraksi.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/4) sekitar pukul 15.30 WIB. Warga yang geram langsung mengerumuni pelaku setelah mendengar teriakan "maling" dari sejumlah saksi di lokasi.

Kapolsek Susukan, Iptu Kelani, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Setibanya di lokasi, benar ada satu terduga pelaku yang sudah dikerumuni massa," ujarnya, Jumat (3/4).

Menurut Kelani, saat diamankan kondisi pelaku sudah mengalami luka akibat aksi main hakim sendiri. Petugas kemudian langsung mengevakuasi pelaku dan membawanya ke Rumah Sakit Arjawinangun untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil keterangan saksi, kejadian bermula ketika tiga orang warga, termasuk penjual nasi uduk dan penjual donat, memergoki aksi mencurigakan pelaku. Mereka kemudian berteriak "maling", yang sontak memancing perhatian warga lain di sekitar lokasi.

"Warga yang mendengar teriakan itu langsung berdatangan dan mengamankan pelaku," jelasnya.

Polisi juga mengungkap bahwa pelaku tidak beraksi sendirian. Berdasarkan informasi awal, terdapat dua orang pelaku dalam kejadian tersebut. Namun, satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri saat situasi mulai ramai.

"Motor sempat dikuasai pelaku dan bergeser sekitar satu hingga dua meter sebelum akhirnya ditinggalkan karena panik setelah warga berteriak," kata Kelani.

Ia menambahkan, lokasi kejadian yang berada di jalur cukup ramai membuat aksi pelaku cepat diketahui warga, sehingga upaya pencurian gagal dilakukan.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku yang telah diamankan. Sementara itu, pengejaran terhadap satu pelaku lain yang kabur masih terus dilakukan.

"Langkah selanjutnya, kami akan melakukan pendalaman untuk pengembangan kasus dan mengarah pada pelaku lain yang melarikan diri," pungkasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Fasilitas Pendopo Indramayu Dirusak Pedemo Tambak

Rencana revitalisasi tambak di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa oleh pemerintah pusat mendapat penolakan keras dari para petani tambak di Kabupaten Indramayu. Penolakan itu memicu aksi unjuk rasa di depan Pendopo Indramayu, Kamis (2/4).

Massa datang membawa berbagai atribut, mulai dari bendera organisasi hingga perangkat pengeras suara. Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) ini mendatangi Pendopo Indramayu untuk menyampaikan keluhan mereka secara langsung kepada bupati.

Namun, Bupati Indramayu Lucky Hakim yang sedang tidak berada di tempat membuat massa tidak dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung. Warga yang kecewa meluapkan kekesalannya dengan terus berteriak. Mereka menganggap Indramayu seolah tidak memiliki pemimpin.

"Indramayu tidak punya bupati," begitulah teriakan salah seorang pengunjuk rasa.

Juhadi Muhammad selaku pembina KOMPI menyampaikan, aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap program revitalisasi tambak dari pemerintah pusat yang dianggap merugikan masyarakat setempat. "Kalau pun itu revitalisasi (tambak) tetap dilaksanakan, kami menolak," ujar Juhadi saat ditemui di sela aksi.

Juhadi menyebut ribuan masyarakat pesisir Indramayu akan terdampak kebijakan tersebut, meskipun ia belum merinci total keseluruhan warga yang terdampak secara mendetail.

"Kita belum tahu (secara detail). Yang jelas, mah, ribuan. Luas lahannya saja 2.200 hektare, tentu kalau satu orang petani tambak itu tiga orang dalam satu keluarga, ya suami dan anak-anaknya atau lima orang, sudah bisa kita hitung (yang terdampak) ada ribuan," katanya.

Kekecewaan mendalam dirasakan Juhadi lantaran bupati tidak hadir di tengah-tengah massa yang telah menunggu lama. "Kosong (tidak ada hasil) karena bupati tidak menemui kita. Tentu kita akan rencanakan lagi (ke depannya), kita akan aksi lagi. Sangat kecewa, akan aksi lagi," pungkasnya.

Usai mendapat kepastian bupati tidak ada di Pendopo Indramayu, massa meluapkan amarah dengan merusak sejumlah fasilitas umum di Alun-alun Indramayu sembari berangsur-angsur membubarkan diri. Bangku besi, pot bunga, hingga tiang lampu di area Alun-alun Indramayu tampak rusak. Massa dari berbagai kalangan tersebut benar-benar sulit dikendalikan saat emosi memuncak.

Tidak hanya di sekitar alun-alun, tulisan "Indramayu" di tugu titik nol kilometer juga menjadi sasaran perusakan para pengunjuk rasa.

Plt Kabid Perumahan dan Permukiman (Diskimrum) Kabupaten Indramayu Krisdiantoro menyayangkan tindakan vandalisme yang dilakukan oleh massa tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendataan terkait fasilitas umum dan barang-barang di ruang publik yang mengalami kerusakan.

"Saat ini kami sedang menginventarisir kerusakan-kerusakannya," ujar Krisdiantoro.

Sementara itu Bupati Indramayu Lucky Hakim angkat bicara terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) di depan Pendopo Indramayu yang berujung pada perusakan sejumlah fasilitas umum.

Lucky Hakim menyayangkan tindakan anarkis yang terjadi di Alun-Alun Indramayu. Ia menyebut, kerusakan fasilitas publik akibat aksi tersebut ditaksir mencapai hampir Rp100 juta.

"Saya sangat menyayangkan perusakan fasilitas umum oleh oknum pendemo. Itu uang rakyat yang dirusak, termasuk tulisan 'Indramayu' di depan yang juga dihancurkan," ujar Lucky.

Menurutnya, aksi demonstrasi sebenarnya telah difasilitasi oleh pemerintah daerah. Massa aksi disebut telah diterima dan diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi mereka di Gedung Patra.

Ia menjelaskan, materi demo yang disampaikan berkaitan dengan penolakan program revitalisasi tambak. Namun, Lucky menegaskan bahwa program tersebut bukan merupakan kewenangan pemerintah daerah.

"Program revitalisasi tambak itu bukan program bupati, melainkan program pemerintah pusat sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di bawah kementerian," katanya.

Lucky juga menyebut, lahan yang menjadi objek program tersebut merupakan tanah negara yang berada dalam penguasaan Kementerian Kehutanan dan dilimpahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ia menilai, apabila masyarakat ingin menyampaikan keberatan, seharusnya aspirasi diarahkan kepada pihak yang berwenang, seperti DPR RI Komisi IV yang bermitra dengan kementerian terkait.

Selain itu, Lucky mengaku kecewa karena tidak ada komunikasi resmi dari pihak KOMPI kepada dirinya sebelum aksi berlangsung. "Saya cek, tidak ada surat dari KOMPI untuk bertemu bupati. Padahal kalau ingin bertemu, bisa saja melalui pesan langsung, pasti saya temui," ujarnya.

Ia juga membuka kemungkinan langkah hukum terhadap pelaku perusakan, namun memberikan kesempatan agar pihak yang bertanggung jawab segera mengganti kerugian yang ditimbulkan.

"Saya minta pelakunya segera mengganti. Tapi nanti kami akan diskusikan dengan aparat kepolisian apakah perlu dilaporkan," tegasnya.

(wip/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads