Mengenal Sosok Takmad, Pendiri Dayak Bumi Segandu Losarang Indramayu

Mengenal Sosok Takmad, Pendiri Dayak Bumi Segandu Losarang Indramayu

Burhannudin - detikJabar
Minggu, 29 Mar 2026 18:57 WIB
Takmad (tengah) tokoh spiritual Suku Dayak Hindu-Buddha Bumi Segandu.
Takmad (tengah) tokoh spiritual Suku Dayak Hindu-Buddha Bumi Segandu. Foto: Burhannudin/detikJabar
Indramayu -

Komunitas Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu Losarang Indramayu adalah bukti keberagaman masyarakat Kabupaten Indramayu. Di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, komunitas ini lahir dengan mengedepankan kasih sayang sesama manusia, membawa misi pelestarian lingkungan serta menyatu dengan alam semesta.

Paheran Takmad Diningrat, seorang pendiri komunitas ini menghembuskan napas terakhirnya dengan damai, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya serta para warga Dayak Losarang. Di mata keluarga, Takmad adalah sosok penyayang, sosok bapak yang dipercaya sebagai visioner bagi komunitasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bapak itu orangnya penyayang, beliau berwasiat kepada saya agar menyayangi anak dan cucunya," ujar Bule, istri Takmad, saat ditemui di kediamannya, Minggu (29/3/2026).

Takmad 'pulang' meninggalkan empat anak dan lima cucunya. Bagi Takmad, terdapat tiga orang cucu yang digadang-gadang bakal memberikan penerangan bagi masa depan Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu.

ADVERTISEMENT

"Bapak nitip ke saya, ada tiga cucu yang jadi cem-ceman (penerus) bapak, tiga cucu ini masih kecil-kecil, pertama laki-laki usianya 9 tahun, kedua perempuan 9 tahun, dan ketiga perempuan 5 tahun. Mereka dipercaya bapak bisa melihat masa depan," kata Bule.

Semasa hidup, Takmad dikenal sosok yang sangat kental dengan ajaran leluhur Jawa. Ia sering melakukan ritual-ritual keseharian seperti 'nyuguh' pada malam Jumat, serta ritual lain yang masih berlaku sebagai suatu kebudayaan di Jawa. Hingga akhirnya dikembangkan dalam sebuah komunitas Dayak Losarang.

Dihimpun dari berbagai sumber, beliau dulu hidupnya penuh kesederhanaan; menjalani masa muda sebagai tukang becak, kuli dan awak kapal.

Pada masa remaja, Takmad melakukan perjalanan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya sebagai awak kapal, di mana ia akhirnya berjumpa dengan Midun, seorang guru silat asal Aceh yang mengajarkan ilmu silat kepadanya.

Antara tahun 1960 hingga 1970-an, Takmad menjelajahi Jakarta, khususnya di Cilingcing, Jakarta Utara. Di sana, ia menjadi ahli pencak silat dan memperoleh kekuasaan atas wilayah tertentu, namun Takmad lebih memilih untuk meninggalkan kekuasaannya dan kembali ke Indramayu, tanah kelahirannya.

Pada tahun 1974, Takmad menikahi Sarini, seorang perempuan dari desa Krimun di kecamatan Losarang, yang kini merupakan lokasi padepokan Nyi Ratu Kembar, yang juga dikenal sebagai padepokan Dayak Hindu-Buddha Bumi Segandu.

"Sekarang bapak dimakamkan di samping istri pertamanya, Nyi Sarini, di padepokan," ungkap Bule.

Padepokan tersebut terletak tepat di samping rumah Takmad, dan lahan untuk padepokan itu adalah hibah dari mertuanya.

Peran Takmad Diningrat dalam sejarah pembentukan komunitas spiritual ini dimulai dari pendirian Perguruan Silat Serbaguna pada tahun 1973. Selain mengajarkan ilmu bela diri, Takmad memiliki tujuan untuk meningkatkan moral masyarakat yang menyimpang, memberi jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi masyarakat sekitar, serta melestarikan lingkungan dan mengajarkan ilmu spiritual yang diperoleh dari gurunya selama berkelana dari pelabuhan demi pelabuhan.

Karena alasan inilah, banyak orang menganggap Takmad sebagai guru spiritual dan bapak (orang tua), baik di kalangan pengikutnya maupun masyarakat luas, bahkan ada yang menganggapnya sebagai dukun.

Selanjutnya, Perguruan Silat Serbaguna itu berganti nama menjadi 'Suku Dayak Hindu-Buddha Bumi Segandu' yang kini dikenal oleh masyarakat luas. Saat ditanya terkait siapa pengganti Takmad sebagai guru spiritual dan orang tua di komunitas tersebut, Bule mengatakan bahwa belum ada obrolan terkait hal tersebut.

"Belum diobrolkan, belum tahu juga siapa yang bakal meneruskan," pungkasnya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads