Arus lalu lintas di jalur Pantura wilayah Cirebon mengalami lonjakan signifikan pada Sabtu (28/3/2026) sore. Hingga pukul 16.00 WIB, peningkatan volume kendaraan terlihat jelas. Arus didominasi oleh kendaraan roda dua yang bergerak menuju arah Jakarta, membentuk kepadatan yang semakin terasa di sepanjang jalur utama.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman, menyebutkan bahwa kondisi tersebut telah sesuai dengan prediksi pemerintah daerah. Hari ini diperkirakan sebagai puncak arus balik Lebaran 2026.
"Sesuai prediksi, hari ini merupakan puncak arus balik. Dari hasil pemantauan, jumlah kendaraan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, didominasi oleh kendaraan sepeda motor yang mengarah ke Jakarta," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, jumlah sepeda motor yang melintas di jalur Pantura Cirebon hingga sore hari mencapai 44.309 unit. Angka ini menunjukkan lonjakan tajam dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sekitar 32 ribu unit.
"Jika dibandingkan dengan kemarin, terjadi peningkatan cukup tinggi. Hari ini sudah mencapai 44 ribu lebih kendaraan roda dua," tambahnya.
Lonjakan ini diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Volume kendaraan, khususnya sepeda motor, diprediksi terus meningkat hingga malam hari, seiring masih berlangsungnya arus balik dari wilayah Jawa Tengah menuju Jakarta dan sekitarnya.
Sementara itu, pantauan di perempatan Palimanan memperlihatkan dominasi kendaraan roda dua di jalur utama. Para pemudik tampak memadati jalan dalam iring-iringan panjang, sebagian besar membawa barang bawaan khas perjalanan jarak jauh.
Selain itu, jalur Pantura Cirebon juga dipadati kendaraan besar. Kondisi ini terjadi karena kendaraan tersebut masih belum diperbolehkan melintas di jalan tol akibat rekayasa lalu lintas yang sedang diberlakukan.
"Jumlah kendaraan besar yang melintas di jalir pantura juga mendominasi karena sampai sekarang masih pemberlakukan one way dan larang masuk ke dalam tol," ungkapnya.
Kepadatan lalu lintas juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Hujan dengan intensitas cukup lebat yang mengguyur wilayah Cirebon dan sekitarnya pada sore hari turut memperlambat laju kendaraan, sekaligus meningkatkan potensi kemacetan di sejumlah titik.
Jalur Tol Cipali Landai
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di ruas Tol Cipali. Volume kendaraan menurun di banding hari-hari sebelumnya.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menjelaskan bahwa berdasarkan data periode pukul 00.00 hingga 15.00 WIB, sekitar 42 ribu kendaraan tercatat melintasi ruas Tol Cipali menuju Jakarta. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 13 persen dibandingkan periode yang sama sehari sebelumnya.
"Penurunan ini menunjukkan arus lalu lintas sempat melandai pada siang hari," ujarnya.
Namun demikian, tren berbeda terlihat pada periode yang lebih panjang. Hingga pukul 19.00 WIB atau H+5 Lebaran, tercatat sekitar 69 ribu kendaraan telah melintas dari Cikopo menuju Jakarta. Jumlah ini justru meningkat 27 persen dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya.
Secara keseluruhan, volume lalu lintas di ruas Tol Cipali pada hari ini terpantau lebih tinggi sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa arus balik masih cukup tinggi meski sempat mengalami fluktuasi.
"Mengantisipasi lonjakan kendaraan, Astra Tol Cipali menyatakan tetap dalam kondisi siaga penuh. Sebanyak 19 unit derek, 10 kendaraan patroli, serta personel pengamanan disebar di berbagai titik strategis untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan," ujarnya.
Kondisi Tol Cipali Foto: Istimewa |
Hal ini berbeda dengan arus lalu lintas di jalur Pantura Cirebon yang mengalami peningkatan cukup signifikan yang di dominasi kendaraan roda dua.
Selain itu, pihak Astra Tol Cipali optimalisasi fasilitas juga dilakukan di delapan rest area yang beroperasi. Termasuk di dalamnya rest area fungsional di KM 77 yang dilengkapi dengan total 1.024 toilet gratis serta penambahan petugas lapangan untuk melayani pemudik.
"Langkah antisipatif ini dilakukan mengingat potensi gelombang arus balik diprediksi kembali meningkat pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu," terangnya.
Simak Video "Video Arus Balik Wisata Juga Picu Kepadatan Simpang Ratu-Parungkuda Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)












































