Arus balik Lebaran di Jalan Raya Kuningan-Cirebon terpantau ramai lancar pada H+4 Idul Fitri. Data Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan mencatat, hingga Rabu (25/3/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 38.555 kendaraan telah melintasi jalur tersebut. Jumlah ini terbagi atas 16.378 kendaraan yang masuk dan 22.177 kendaraan yang keluar dari wilayah Kuningan.
Dari total volume tersebut, kendaraan roda dua mendominasi dengan jumlah 23.522 unit, diikuti mobil pribadi sebanyak 12.685 unit. Pantauan detikJabar di sepanjang Jalan Raya Kuningan-Cirebon pada Rabu sore, mulai pukul 17.50 WIB hingga 18.40 WIB, menunjukkan arus lalu lintas yang mengalir tanpa hambatan berarti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekayasa lalu lintas di Simpang Tugu Ikan kini sudah tidak diberlakukan, sehingga pengendara dapat melintas dengan normal. Kondisi serupa terlihat di titik rawan macet Pasar Cilimus yang terpantau kondusif. Meski demikian, antrean kendaraan masih terjadi di wilayah Cirebon, tepatnya di tanjakan/turunan Gronggong. Antrean dipicu oleh kontur jalan yang curam serta guyuran hujan yang memaksa pengendara menurunkan kecepatan.
Pelaksana Lapangan Pos Tugu Ikan Kuningan dari Kementerian Perhubungan, Endang Hermawan, menjelaskan bahwa volume kendaraan mengalami penurunan signifikan sejak siang hari. Frekuensi kendaraan menyusut dari 70 kendaraan per menit menjadi 60 kendaraan per menit. Hal inilah yang membuat petugas memutuskan untuk menghentikan rekayasa arus.
"H+ 4 Lebaran sekarang itu kalau arus dari Kuningan Cirebon atau Cirebon-Kuningan sudah kondusif. Maksudnya per menit itu sekitar lebih dari 60 kendaraan, sudah turun dibandingkan kemarin. Karena sudah dianggap landai, Jadi sekarang kita normal saja. Untuk pengalihan arus itu sudah tidak ada," tutur Endang, Rabu (25/3/2026).
Endang memaparkan, penurunan volume kendaraan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah program mudik gratis di Terminal Kertawangunan yang memberangkatkan empat unit bus. Selain itu, jumlah pemudik dan wisatawan yang berkunjung ke Kuningan memang mulai berkurang.
"Kalau pemudik mungkin tinggal sisa. Karena besoknya sudah masuk sekolah. Tadi juga jam 10 pagi itu mudik gratis di Terminal Kertawangunan. Jadi diarahkan ke sana semua. Jadi yang mau mudik, yang mau arus balik gratis, itu registrasi di terminal. Jadi di jalur sini landai. Wisata juga sudah normal seperti biasa," tutur Endang.
Meski kondisi lalu lintas mulai melandai, Endang tetap memberikan imbauan agar para pengendara waspada dan berhati-hati, terutama saat melintasi jalanan yang licin akibat hujan.
"Imbauan dari kami, hati-hati di jalan. Harus mengutamakan keamanan buat keluarga. Di arus balik ini jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Santai saja," pungkas Endang.
(orb/orb)
