Kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, terus mendapat sorotan. Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Barat tak luput menyuarakan isu tersebut, terutama soal dalang penyiraman yang harus segera diusut tuntas.
Sayangnya, suara kritis tersebut malah berujung dengan tindakan pengancaman. Itu terjadi setelah Ketua Badko HMI Jabar, Siti Nurhayati Barsasmy, mengaku mendapatkan teror melalui akun pribadinya di media sosial.
Dalam perbincangannya bersama detikJabar, Siti Nurhayati mengatakan semuanya bermula saat ia mengunggah ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri pada Minggu (22/3) kemarin. Dalam videonya itu, ia turut mendesak agar aktor intelektual kasus penyiraman air keras ke Andrie Yunus supaya segera ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah saya upload, jam 3 sore itu kalau enggak salah, saya mendapatkan WA dari nomor yang tidak dikenal yang isinya tuh harus menghapus videonya dengan nada ancaman," kata dia, Rabu (25/3/2026).
Ancaman pertama yang ia peroleh, orang itu terus mengklaim mengetahui posisi ibu kandungnya di Kabupaten Garut. Ancaman berlanjut ke direct message (DM) Instagram Badko HMI Jabar, yang menyatakan akan menghancurkan organisasi Siti Nurhayati jika videonya tidak dihapus.
"Enggak sampe sih yang ancaman pembunuhan mah, cuma narasinya minta dihapus dan menyebutkan posisi ibu kandung saya. Terus kalau enggak dihapus, akan sama nasibnya dengan Bang Andrie (Andrie Yunus), sama mau menghancurkannya organisasi saya. Itu di hari yang sama dari WA dan Instagram," ungkapnya.
Meski mendapat teror, Siti Nurhayati mengaku belum melaporkan hal tersebut. Sebab di satu sisi, fokus Badko HMI Jabar enggan diganggu untuk mendesak supaya aktor intelektual penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus segera ditangkap.
"Tapi kalau terkait perlindungan dan lain-lain, Alhamdulillah dari kepolisian juga, meskipun saya tidak melapor di Polres Garut, ada yang menyambangi ke rumah memastikan kondisi saya. Terus juga dari LPSK sudah menawarkan mau dilaporkan atau enggak," ujarnya.
"Nah sejauh ini saya masih belum melaporkan, karena mau fokus mengawal mengawal isu ini, khususnya terkait aktor intelektualnya yang masih belum terungkap. Narasi di video yang diangkat itu terkait aktor intelektualnya yang masih belum terungkap," tuturnya.
Selain sikap pribadi, Siti Nurhayati juga memastikan Badko HMI Jabar akan terus bersuara soal kasus Andrie Yunus. Terutama, terkait aktor intelektual atau dalang yang memerintahkan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut.
"Saya tidak terganggu, meskipun memang nyata teror-teror seperti ini dan dialami oleh pribadi saya dan mungkin itu yang diterima oleh rekan-rekan seperjuangan sebelum sebelum saya speak up juga," ucapnya.
"Secara pribadi saya akan terus menyuarakan ini. Karena kalau misalkan kita diam, berarti kita mengaminkan teror-teror tersebut. Dan secara organisasi, Badko HMI Jawa Barat juga berkomitmen untuk mengawal kasus ini secara kolektif, objektif dan transparan. Nah, ini lagi mengkaji apakah nanti kita akan turun demonstrasi atau kita aksi di secara audio visual di media sosial," pungkasnya.
(ral/yum)
