Memasuki momen libur Lebaran, sejumlah objek wisata keluarga mulai dipadati pengunjung. Salah satunya adalah Kolam Renang Cikomboy yang terletak di Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Menawarkan kesegaran mata air alami tanpa bahan kimia, destinasi ini menjadi pilihan favorit warga lokal maupun luar kota karena harganya yang sangat terjangkau.
Suasana ceria menyelimuti objek wisata Kolam Renang Cikomboy di Desa Matangaji sore ini. Ratusan anak terlihat asyik bermain air di bawah pengawasan orang tua mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ajo, salah satu pengunjung asal Jagasatu, Kota Cirebon, mengaku sengaja memilih Cikomboy sebagai lokasi berlibur keluarga. Selain lokasinya yang terbilang dekat, fasilitas wahana permainan air yang tersedia sangat cocok untuk menyenangkan anak-anak.
"Kami sekeluarga memilih di Cikombo ini karena harga tiketnya murah, dan di sini ada wahana kolam renang yang cocok untuk menyenangkan anak-anak. Harga tiket hari biasa cuma 5 ribu rupiah, tapi karena suasana Lebaran sekarang jadi 10 ribu rupiah per orang," ucapnya, Minggu (22/3/2026).
Tak hanya soal harga, keunggulan utama Cikomboy terletak pada kejernihan airnya. Menurut pengelola, air yang digunakan berasal langsung dari mata air alami yang dikuras setiap hari, sehingga bebas dari kandungan bahan kimia seperti kaporit.
Hal ini dibenarkan Kepala Desa Matangaji, Rusnadi, yang menyebutkan bahwa promosi yang gencar selama setahun terakhir telah menarik minat wisatawan hingga dari luar provinsi.
"Uniknya di wisata Kolam Renang Cikomboy ini airnya tidak terkontaminasi bahan kimia. Ini air asli dari mata air dan setiap hari dikuras. Alhamdulillah, Lebaran tahun 2026 ini ada peningkatan pengunjung. Bahkan ada yang datang dari luar kota, luar desa, hingga luar provinsi," paparnya.
Pembangunan wisata ini sendiri merupakan hasil kolaborasi pendanaan yang signifikan, mulai dari Dana Desa sebesar Rp33 juta pada tahun 2024, bantuan Dinas Pariwisata Kabupaten Cirebon senilai Rp200 juta, hingga kontribusi PAD Desa. Total investasi yang mencapai kisaran Rp400 juta ini kini mulai membuahkan hasil manis.
Dalam tujuh bulan terakhir, wisata Cikomboy berhasil mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp470 juta, dengan kontribusi ke PAD Desa mencapai Rp252 juta. Tak hanya mendatangkan profit, keberadaan wisata ini juga menjadi penggerak ekonomi warga sekitar.
"Wisata ini menyerap banyak tenaga kerja dari warga desa, mulai dari ibu-ibu pelaku UMKM, generasi muda, hingga Bumdes dan Karang Taruna. Selain karyawan tetap, kami juga menggunakan tenaga bantuan saat musim ramai seperti ini untuk mengurangi beban pengupahan.l," ungkapnya.
Dengan pengelolaan yang berbasis masyarakat, Wisata Cikomboy diharapkan terus berkembang menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menyegarkan tubuh, tetapi juga menyejahterakan warga Desa Matangaji.
(iqk/iqk)
