Pesona sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon seolah tak pernah pudar, terutama di momen libur Lebaran. Sejak pagi hari, halaman salah satu keraton tertua di Nusantara ini sudah dipadati lautan wisatawan yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.
Pantauan di lokasi, para pelancong tampak antusias menyusuri setiap sudut keraton yang sarat nilai historis. Tak sedikit dari mereka yang berhenti sejenak untuk berswafoto dengan latar bangunan ikonik yang estetik, sementara sebagian lainnya memilih bersantai menikmati semilir angin di area keraton.
Pihak pengelola mengonfirmasi adanya lonjakan kunjungan yang signifikan tepat di hari H Lebaran. Kepala Badan Pengelola Keraton Kasepuhan, Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, mengungkapkan perbedaan kontras jumlah kunjungan jika dibandingkan dengan masa Ramadan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat bulan puasa, pengunjung memang masih kurang. Tapi mulai hari H Lebaran, jumlah kunjungan lebih banyak dibanding saat bulan puasa," ujarnya saat ditemui di Keraton Kasepuhan, Cirebon.
Meski pada hari pertama Lebaran jam operasional dibatasi mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WIB, antusiasme masyarakat tetap tak terbendung. Ratusan orang tercatat masuk ke area keraton hanya dalam waktu beberapa jam saja.
"Di hari pertama Lebaran, kunjungan mencapai sekitar 200 orang. Padahal kita hanya buka dari siang sampai sore," kata Alexandra.
Alexandra memprediksi tren kenaikan jumlah pelancong ini akan terus bertahan selama masa libur panjang. Mengingat, momen mudik selalu menjadi waktu favorit bagi masyarakat untuk berwisata religi sekaligus sejarah.
"Mudah-mudahan para pemudik atau wisatawan bisa menyempatkan mampir ke Cirebon, termasuk ke Keraton Kasepuhan," ungkapnya.
Bagi Anda yang berencana berkunjung, tak perlu khawatir soal kocek. Harga tiket masuk selama libur Lebaran dipastikan tetap normal. Untuk tiket terusan yang mencakup berbagai titik utama, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp30 ribu per orang.
Fasilitas tiket terusan ini sudah mencakup akses ke area utama Keraton Kasepuhan, Museum Pusaka, Museum AI Lotus, hingga Dalem Agung Pakungwati yang melegenda.
"Harga tiket tetap sama. Tiket terusan kalau untuk keseluruhan itu Rp30.000 per orang," ucap Ratu Alexandra.
Tak hanya sekadar melihat bangunan tua, Keraton Kasepuhan kini tampil lebih interaktif dengan berbagai aktivitas edukatif. Wisatawan bisa menjajal langsung pengalaman membatik hingga melukis topeng khas Cirebon dalam sesi workshop yang disediakan.
Selain itu, deretan cenderamata khas juga tersedia bagi pengunjung yang ingin membawa pulang kenang-kenangan dari keraton.
"Di dalam ada workshop, wisatawan bisa ikut membatik atau melukis topeng, serta melihat cendera mata yang ada di Keraton Kasepuhan," terang dia.
Salah seorang pengunjung asal Majalengka, Anggi Andriana, mengaku sengaja memboyong anak dan istrinya ke sini. Selain untuk berlibur, ia ingin memberikan edukasi nyata mengenai warisan budaya kepada sang buah hati.
"Di sini kita bisa melihat bangunan-bangunan bersejarah dan mengenalkannya kepada anak-anak kita," ujar Anggi menutup percakapan.
Simak Video "Video: 100 Ribu Orang Diprediksi Datang Besok, Gimana Kesiapan Ragunan?"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)











































