Mudik Ala Jeni, Kayuh Sepeda 525 Km Rangkasbitung-Purbalingga

Mudik Ala Jeni, Kayuh Sepeda 525 Km Rangkasbitung-Purbalingga

Ony Syahroni - detikJabar
Senin, 16 Mar 2026 22:31 WIB
Jeni Abdulrokhim, pemudik yang menggunakan sepeda
Jeni Abdulrokhim, pemudik yang menggunakan sepeda (Foto: Ony Syahroni/detikJabar).
Cirebon -

Di tengah ramainya arus mudik Lebaran, cara orang pulang ke kampung halaman berbeda-beda. Ada yang memilih mobil pribadi, bus, atau kereta.

Namun bagi Jeni Abdulrokhim, perjalanan mudik justru ditempuh dengan cara yang tak biasa. Ia mengayuh sepeda hingga ratusan kilometer demi pulang ke kampung halaman.

Jeni memulai perjalanannya dari Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menuju kampung halamannya di Purbalingga, Jawa Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mulai berangkat pada Sabtu sore sekitar pukul 16.30 WIB. Dengan sepeda lipat yang dibawanya, Jeni perlahan meninggalkan Rangkasbitung dan memulai perjalanan panjang menuju kampung halaman.

"Start dari Rangkasbitung, Sabtu sore sekitar setengah lima," kata Jeni saat ditemui di jalur mudik wilayah Cirebon, Senin (16/3/2026).

ADVERTISEMENT

Perjalanan yang ia tempuh tidak singkat. Berdasarkan catatan komputer sepeda yang terpasang di stang saat perjalanan mudik tahun lalu, jarak dari Rangkasbitung menuju Purbalingga mencapai 525 kilometer.

"Kalau pengalaman tahun kemarin, jarak dari Rangkasbitung ke Purbalingga itu 525 Kilometer. Saya pake cyclocomp atau komputer sepeda," ujarnya.

Mudik dengan sepeda bukan kali pertama bagi Jeni. Ia mengaku sudah dua kali melakukan kegiatan bersepeda saat mudik.

Menurutnya, kegiatan tersebut seperti menjadi momentum tahunan bagi para pecinta sepeda yang ingin pulang kampung dengan cara berbeda.

"Biasanya ada yang mengoordinir. Ada pendataan juga siapa yang berangkat, tanggal berapa, tujuannya ke mana," kata dia.

Meski disebut gowes mandiri, para pesepeda tetap saling terhubung melalui grup komunikasi. Dari situ mereka bisa saling memberi kabar selama perjalanan.

"Walaupun judulnya gowes mandiri, tapi kita saling pantau lewat grup," jelasnya.

Selama perjalanan, Jeni menempuh ratusan kilometer dengan ritme yang menyesuaikan kondisi tubuh. Ia akan berhenti jika cuaca terlalu panas atau tubuh mulai terasa lelah.

Rest area, masjid, hingga tempat teduh di pinggir jalan kerap menjadi lokasi singgah sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Pada hari pertama, Jeni menempuh jarak sekitar 150 kilometer. Ia baru tiba di titik istirahat di Karawang pada pukul 03.00 WIB dini hari.

Sementara pada hari berikutnya, ia mengayuh sepeda sejauh sekitar 130 kilometer dan sempat bermalam di wilayah Jatibarang, Indramayu. "Siangnya panas sekali, jadi biasanya cari tempat yang enak dulu buat istirahat," ujarnya.

Jeni menargetkan perjalanan tersebut bisa diselesaikan dalam waktu empat hari. Jika sesuai rencana, ia memperkirakan akan tiba di Purbalingga pada Selasa sore. "Kemungkinan sampai Selasa sore," kata dia.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Jelang Lebaran, Stasiun Gambir Catat 16.845 Keberangkatan Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads