Arus lalu lintas di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menuju Cirebon terpantau ramai namun masih lancar. Meski belum terjadi kepadatan signifikan, jumlah kendaraan yang melintas di jalur utama mudik tersebut mulai mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengatakan lonjakan volume kendaraan mulai terlihat sejak dini hari hingga sore hari.
"Sejak pukul 00.00 hingga 17.00 WIB, tercatat sekitar 40 ribu kendaraan melintas dari Cikopo menuju Cirebon," ujarnya, Minggu (15/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ardam, jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 11,3 persen dibandingkan volume lalu lintas pada periode waktu yang sama pada hari sebelumnya.
Peningkatan ini menunjukkan mulai bergeraknya arus kendaraan menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur Tol Trans Jawa.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya juga tetap terpantau bergerak. Tercatat sekitar 18 ribu kendaraan melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta melalui gerbang Tol Cikopo.
Jika dihitung secara keseluruhan, volume lalu lintas di sepanjang ruas Tol Cipali mengalami peningkatan sekitar 7,1 persen dibandingkan periode waktu yang sama pada hari sebelumnya.
Meski terjadi peningkatan kendaraan, kondisi lalu lintas hingga sore hari masih relatif terkendali tanpa adanya antrean panjang.
Dari sisi pelayanan bagi pengguna jalan, pihaknya memastikan kondisi rest area di sepanjang ruas tol tetap terpantau aman.
Sejumlah tempat peristirahatan memang terlihat ramai oleh pengunjung, namun kapasitas parkir kendaraan masih tersedia.
Petugas terus melakukan pemantauan untuk memastikan aktivitas di rest area tetap tertib dan tidak menimbulkan kepadatan kendaraan di area parkir.
Pihaknya juga mengimbau para pengguna jalan agar membatasi waktu istirahat di rest area maksimal selama 30 menit. Hal ini bertujuan agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara bergantian oleh pengguna jalan lainnya.
Selain itu, pengendara juga dapat memanfaatkan fasilitas tempat istirahat di luar ruas tol dengan keluar melalui gerbang tol terdekat.
Pengguna jalan tidak perlu khawatir mengenai biaya tambahan, karena sistem transaksi pada jaringan Tol Trans Jawa menggunakan sistem tertutup.
"Dengan sistem ini, tarif tol tetap dihitung berdasarkan jarak tempuh perjalanan, sehingga pengendara yang keluar tol untuk beristirahat dan kemudian masuk kembali tidak akan dikenakan tarif tambahan selama melanjutkan perjalanan pada rute yang sama," ucapnya.
CCTV Pantau Mudik
Sementara itu, ratusan kamera pengawas (CCTV) dipasang di sejumlah titik strategis untuk memantau arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Cirebon. Seluruh tangkapan kamera tersebut terhubung langsung ke layar pemantau besar yang terpasang di Posko Terpadu KM 188 Tol Cipali.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan pemudik dapat terpantau secara maksimal, baik di jalur tol maupun jalur arteri Pantura yang melintasi Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama unsur terkait telah melakukan berbagai persiapan guna menghadapi lonjakan kendaraan selama musim mudik Lebaran tahun ini. Menurutnya, baik jalur arteri Pantura maupun ruas tol yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Cirebon telah dinyatakan siap menampung arus kendaraan.
"Kami memastikan kesiapan di lapangan, mulai dari kelancaran lalu lintas, penempatan tim kesehatan, hingga keamanan," ujar Imron.
Kasatlantas Polresta Cirebon AKP Yudha Satyo Rahardjo menjelaskan, ratusan CCTV tersebut digunakan untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time di berbagai titik rawan kepadatan.
Ia menyebutkan, teknologi pengawasan tersebut dipasang di jalur tol maupun jalur arteri Pantura yang menjadi jalur utama pemudik. Sebanyak 41 unit CCTV dipasang di jalur arteri untuk meng-cover pergerakan kendaraan di jalan nasional tersebut. Sementara itu, di ruas tol terdapat 233 titik CCTV yang disiagakan di sepanjang jalur.
"Semua tangkapan kamera tersebut terhubung langsung ke Pos Terpadu KM 188. Jika terpantau adanya kemacetan, petugas di pusat kendali akan segera berkoordinasi dengan personel di lapangan untuk melakukan penanganan cepat," tegasnya.
Dalam pengamanan mudik tahun ini, sebanyak 1.200 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Lilin. Kekuatan tersebut terdiri dari personel Polri yang didukung TNI, baik dari Kodim maupun Denpom, serta unsur pemerintah daerah dan masyarakat.
CCTV Pantau arus mudik di Cirebon Foto: Devteo Mahardika/detikJabar |
Selain itu, sejumlah instansi lain juga turut dilibatkan, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, serta berbagai elemen relawan.
Polresta Cirebon juga menyiapkan 15 pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik strategis. Pos tersebut terdiri dari Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), hingga Pos Terpadu.
Menariknya, pos-pos ini tidak hanya difungsikan sebagai pusat pengamanan, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas untuk kenyamanan pemudik. Mulai dari layanan kesehatan gratis, kursi pijat untuk mengurangi kelelahan, area bermain anak, hingga akses Wi-Fi gratis bagi pengendara yang singgah untuk beristirahat.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai rawan selama periode mudik. Tercatat ada delapan titik yang masuk kategori rawan kriminalitas, yaitu di Kecamatan Susukan, Gempol, Depok, Sumber, Lemahabang, Astanajapura, Gebang, dan Weru.
Sedangkan untuk daerah rawan kecelakaan lalu lintas terdapat tiga titik yang menjadi perhatian utama petugas, yakni di Kecamatan Gebang, Depok, dan Gempol.
Selain itu, petugas juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan lainnya, termasuk kemungkinan aksi radikalisme serta kerawanan bencana alam di beberapa lokasi tertentu.
AKP Yudha mengimbau para pemudik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Ia juga mengingatkan pengendara agar tidak memarkirkan kendaraan di bahu jalan tol maupun di badan jalan arteri.
"Hal tersebut sangat berbahaya karena dapat memicu kecelakaan fatal. Kami berharap masyarakat bisa lebih tertib demi kelancaran dan keselamatan perjalanan mudik," pungkasnya.
(dir/dir)

