Alun-alun Haurgeulis Jadi Magnet Ngabuburit Warga Indramayu

Alun-alun Haurgeulis Jadi Magnet Ngabuburit Warga Indramayu

Burhannudin - detikJabar
Rabu, 04 Mar 2026 19:18 WIB
Deretan pedagang di sekitar kawasan Alun-alun Haurgeulis.
Deretan pedagang di sekitar kawasan Alun-alun Haurgeulis. (Foto: Burhanuddin/detikJabar)
Indramayu -

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana Alun-alun Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, berubah menjadi titik kumpul yang hangat. Langit senja yang perlahan meredup berpadu dengan keriuhan warga yang datang untuk ngabuburit, berburu takjil, hingga sekadar bercengkerama, Rabu (4/3/2026).

Silvie Nailil Huda, warga Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur, memilih menghabiskan waktu sorenya di kawasan tersebut. Ia datang untuk menikmati suasana sekaligus berburu hidangan berbuka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku datang ke sini menikmati sore, menunggu waktu berbuka, mencari takjil, dan berbuka puasa bersama teman aku di dekat alun-alun. Aku dapat sostel, telur gulung, cimin, sop buah, salad buah, dan buah naga putih," tuturnya sambil menunjukkan aneka jajanan yang dibelinya.

Deretan pedagang kaki lima tampak memenuhi sisi alun-alun. Aroma gorengan dan segarnya minuman dingin menyatu menjadi daya tarik tersendiri. Tak hanya warga lokal, pengunjung dari luar Haurgeulis pun turut memadati lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

Delia, warga Desa Bugistua, Kecamatan Anjatan, mengaku rutin menyambangi Haurgeulis, terutama saat Ramadan. Menurutnya, kawasan ini memiliki daya pikat tersendiri bagi masyarakat Indramayu bagian barat.

"Bagi saya, Haurgeulis itu magnetnya Indramayu barat, banyak orang pada ke sini, kalau bulan puasa selalu ramai di sore hari, tapi biasanya juga kalau malam Minggu pada ke sini kayak saya dari Anjatan ke sini, bukan cuma orang-orang di Kecamatan Haurgeulis saja, tapi juga di kecamatan-kecamatan sebelahnya juga, makanya ramai," ujarnya.

Hal senada disampaikan Sugiarto (30), warga Desa Haurkolot, Kecamatan Haurgeulis, yang berjualan cimin di area alun-alun. Ia menilai ramainya kawasan tersebut tak lepas dari aktivitas ekonomi yang terpusat di sana.

"Mungkin penyebab Haurgeulis ramai itu karena banyak kebutuhan yang ada di sini. Kita mau apa saja ada di sini. Seenggaknya lebih banyak adanya dibandingkan kecamatan-kecamatan lain di sekitar Haurgeulis bahkan cakupannya Indramayu barat," katanya.

Tak hanya menjadi lokasi menunggu azan magrib, Alun-alun Haurgeulis juga menjelma ruang sosial tempat warga dari berbagai kecamatan saling bertemu. Di bulan Ramadan, denyut kehidupan terasa lebih kuat; membaur antara tradisi, kuliner, dan kebersamaan dalam balutan senja.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads