Pabrik Briket di Cirebon Ludes Diamuk Api

Pabrik Briket di Cirebon Ludes Diamuk Api

Devteo Mahardika - detikJabar
Rabu, 25 Feb 2026 21:51 WIB
Kebakaran pabrik briket di Desa Marikangen Cirebon
Kebakaran pabrik briket di Desa Marikangen Cirebon (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar)
Cirebon -

Kobaran api membumbung tinggi menerangi langit Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/2/2024) malam. Sebuah pabrik briket yang berada di tengah permukiman warga dilalap si jago merah dalam waktu singkat.

Api dengan cepat melahap bangunan pabrik yang memproduksi briket untuk kebutuhan ekspor tersebut. Kepulan asap hitam pekat terlihat dari jarak jauh dan sempat memicu kepanikan warga sekitar yang khawatir api merembet ke rumah-rumah mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengungkapkan kebakaran diduga kuat dipicu oleh mesin oven yang mengalami panas berlebihan (overheat) saat proses produksi berlangsung.

"Kebakaran ini disebabkan oleh mesin oven yang mengalami overheat sehingga menimbulkan percikan api," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Dadang, di dalam pabrik terdapat tiga unit mesin oven. Berdasarkan keterangan para pekerja, mesin oven nomor satu mengalami panas berlebih hingga akhirnya memicu percikan api yang kemudian membesar dan sulit dikendalikan.

"Di pabrik ini ada tiga unit oven, dan yang mengalami overheat adalah oven nomor satu," paparnya.

Untuk menjinakkan kobaran api, petugas menerjunkan empat unit mobil pemadam kebakaran. Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Lokasi pabrik yang berada di tengah permukiman padat membuat akses kendaraan pemadam cukup terbatas. Selain itu, minimnya sumber air di sekitar lokasi turut menjadi kendala.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk memadamkan api. Kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.40 WIB setelah api yang membakar sekitar 2 ton bahan baku tersebut berhasil dijinakkan oleh petugas Damkar.

"Kendala yang kami hadapi adalah akses yang sempit dan sumber air yang terbatas," jelas Dadang.

Letak pabrik yang berada di tengah-tengah rumah warga membuat suasana sempat mencekam. Sejumlah warga terlihat berkerumun menyaksikan proses pemadaman, sementara lainnya memilih menjauh untuk menghindari kemungkinan terburuk.

Beruntung, kesigapan petugas mencegah api merembet ke bangunan di sekitarnya. "Sebisa mungkin kami lakukan langkah cepat agar api tidak merembet ke pemukiman warga," tegasnya.

Kejadian ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian materi diperkirakan cukup besar mengingat sebagian besar bangunan pabrik hangus terbakar.

Dadang mengimbau para pelaku industri, khususnya yang menggunakan mesin pemanas berkapasitas tinggi, agar rutin melakukan pengecekan dan perawatan peralatan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

(orb/orb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads