Kisah Pilu Pasutri di Cirebon, Hidup di Bawah Ancaman Rumah Ambruk

Kisah Pilu Pasutri di Cirebon, Hidup di Bawah Ancaman Rumah Ambruk

Ony Syahroni - detikJabar
Selasa, 24 Feb 2026 20:45 WIB
Sepasang suami-istri di Kota Cirebon tinggal di rumah tidak layak huni.
Sepasang suami-istri di Kota Cirebon tinggal di rumah tidak layak huni. (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Di sebuah gang di RW 08 Kanoman Selatan, Kelurahan Pekalipan, Kota Cirebon, sepasang suami istri bertahan hidup di rumah yang nyaris roboh. Mereka adalah Hadiyanto (53) dan Sri Puspitasari (67).

Dari luar, rumah itu tampak rapuh. Bagian atapnya bolong menganga. Saat hujan turun, air leluasa masuk ke dalam. Di bagian belakang, atap bangunan bahkan sudah ambruk, menyisakan kayu yang berserakan.

Di ruang yang mereka gunakan untuk tidur, kondisinya tak kalah memprihatinkan. Tempat tidur mereka ditutup penutup seadanya agar tak langsung terkena air jika hujan turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap kali hujan turun, rasa cemas ikut datang. Mereka khawatir rumah yang mereka tempati bisa roboh sewaktu-waktu.

ADVERTISEMENT

Hadiyanto mengatakan kerusakan rumah itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan tak kunjung diperbaiki. "Mungkin sudah sekitar lima tahunan kondisi begini," kata dia.

Hadiyanto tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia bekerja jika ada yang menyuruh atau membutuhkan tenaganya. Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia mengaku tidak memiliki cukup biaya untuk membenahi rumahnya yang rusak.

"Saya kerjanya serabutan, kalau ada yang nyuruh. Buat makan sehari-hari ya cukup nggak cukup, kadang-kadang nyari yang ngadain bagi-bagi makan gratis juga," kata Hadiyanto.

Selama ini, ia mengaku belum menerima bantuan untuk perbaikan rumah. Ia berharap ada bantuan untuk perbaiki rumahnya.

"Ya pengennya sih rumah ini bisa diperbaiki. Karena ini kan bahaya juga," ucap dia.

Sementara itu, Sri Puspitasari mengaku tidurnya kerap dihantui rasa khawatir. Ia takut tertimpa material bangunan jika rumahnya ambruk secara tiba-tiba.

"Kalau tidur ngga tenang. Khawatir takut ketindihan batu," kata dia

Sesekali, ia mengaku tak bisa menahan kesedihan ketika memandang atap rumah yang berlubang. Rasa sedih itu datang begitu saja, terutama saat hujan turun dan air kembali menetes ke dalam rumah.

Sepasang suami-istri di Kota Cirebon tinggal di rumah tidak layak huni.Sepasang suami-istri di Kota Cirebon tinggal di rumah tidak layak huni. Foto: Ony Syahroni/detikJabar

"Kadang-kadang kalau memandang ke rumah, air mata tiba-tiba keluar," kata dia.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Adi Gumelar, mengatakan rumah tersebut sebenarnya sudah diajukan untuk mendapatkan bantuan ke sejumlah pihak.

"Di tahun kemarin sudah diajukan ke dinas sosial, kemudian yang program rutilahu pun sudah diajukan, tapi terkendala terkait masalah sertifikat. Yang punya rumah sudah mencari dan ternyata suratnya rusak terkena banjir, terkena banjir," kata dia.

Melihat kondisi rumah yang kian memprihatinkan, Andi berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan penanganan.

Ia khawatir, jika tidak segera diperbaiki, rumah tersebut bisa ambruk dan membahayakan penghuninya. "Saya berharap pemerintah daerah segera turun. Karena ini kondisinya hampir ambruk. Takutnya nanti lama-lama malah ada korban," kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon, Wandi Sofyan, mengatakan ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu).

"Memang ada persyaratan yang harus dipenuhi. Kalau memang betul-betul hak milik, bukan sengketa dan bisa dipertanggungjawabkan, bisa melalui surat keterangan camat setempat," kata Wandi.

Ia menjelaskan, jika sertifikat hilang atau rusak, segera dilaporkan ke kepolisian dan diproses kembali ke BPN.

"Kalau hilang atau rusak harusnya segera dilaporkan ke kepolisian dan proses dulu ke BPN. Setiap penerima bantuan ada proses verifikasi dulu. Bantuan tidak bisa diberikan kepada yang tidak memenuhi persyaratan," kata dia.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads