Wisata Religi Menggeliat, Dongkrak Wisatawan ke Cirebon

Wisata Religi Menggeliat, Dongkrak Wisatawan ke Cirebon

Devteo Mahardika - detikJabar
Selasa, 03 Feb 2026 23:30 WIB
Objek wisata Makam Mbah Kuwu Sangkan.
Objek wisata Makam Mbah Kuwu Sangkan. (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar)
Cirebon -

Wisata religi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terus menunjukkan daya tarik kuat bagi wisatawan. Tak hanya diminati wisatawan domestik, sejumlah wisatawan mancanegara juga menjadikan destinasi religi sebagai tujuan utama saat berkunjung ke daerah ini.

Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat jumlah kunjungan wisata sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar 1,2 juta, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Capaian tersebut merupakan indikator positif bagi perkembangan sektor pariwisata daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, mengatakan tingginya minat wisatawan ke destinasi wisata religi menjadi faktor utama pendorong peningkatan kunjungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Target kunjungan wisata tahun 2025 sebesar 1,2 juta berhasil terlampaui. Kontribusi paling besar berasal dari wisata religi," kata Amin di Cirebon, Selasa (3/2/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Amin, wisata religi di Kabupaten Cirebon telah menjadi magnet utama yang menarik wisatawan sepanjang tahun, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa destinasi bahkan telah dikenal luas hingga tingkat nasional.

Destinasi religi yang paling banyak dikunjungi di antaranya Makam Sunan Gunung Jati dan Makam Mbah Kuwu Sangkan. Kedua lokasi tersebut rutin dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, serta wisatawan mancanegara.

"Wisatawan asing yang berkunjung ke destinasi religi ini antara lain berasal dari China dan Malaysia," ujarnya.

Selain wisata religi, Kabupaten Cirebon saat ini memiliki sekitar 90 destinasi yang tersebar, meliputi wisata alam dan wisata buatan. Keberadaan objek wisata tersebut mulai memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pemerintah desa.

Amin mencontohkan objek wisata Batu Lawang yang telah mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui skema pengelolaan berbasis bagi hasil.

"Dari pendapatan Batu Lawang, 70 persen dialokasikan untuk pengembangan objek wisata, sedangkan 30 persen diserahkan kepada pengelola kawasan hutan," jelasnya.

Selain kontribusi kunjungan, sektor pariwisata juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sepanjang 2025, realisasi PAD dari sektor pariwisata tercatat mencapai sekitar Rp100 juta, melampaui target awal sebesar Rp75 juta.

Untuk tahun 2026, Disbudpar Kabupaten Cirebon menargetkan PAD sektor pariwisata meningkat menjadi Rp150 juta melalui penguatan infrastruktur dan peningkatan layanan di setiap destinasi.

"Tahun ini kami terus mengembangkan potensi wisata unggulan, khususnya wisata religi, agar tren pertumbuhan kunjungan wisatawan dapat terjaga secara berkelanjutan," kata Amin.

Sementara itu, Kepala Desa Cirebon Girang, Hafid Uto, mengakui adanya peningkatan signifikan kunjungan wisatawan ke Makam Mbah Kuwu Sangkan sepanjang 2025, terutama dari wisatawan luar daerah.

"Memang terjadi lonjakan kunjungan pada tahun 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya peziarah dari luar kota," ujarnya.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, pihak desa berencana membenahi infrastruktur, terutama akses jalan menuju lokasi makam.

"Akses jalan menuju lokasi akan kami perbaiki," katanya.

Selain itu, pemerintah desa juga mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar agar dampak ekonomi dari wisata religi dapat dirasakan secara langsung.

"Kami melibatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas ekonomi, sehingga perekonomian warga bisa meningkat seiring bertambahnya kunjungan wisatawan," tutur Hafid.

Ia berharap, pada tahun 2026 jumlah kunjungan wisatawan ke Makam Mbah Kuwu Sangkan dan destinasi religi lainnya di Kabupaten Cirebon dapat terus meningkat.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads