Banjir yang melanda kawasan Indramayu menyisakan duka lara. Di balik kesusahan, ada sisi lain yang terjadi dari banjir yang sudah melanda beberapa daerah di Indramayu beberapa hari ini.
Seperti di Perumahan Bumi Dermayu Indah (BDI) 2 di Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Meski air kecokelatan merendam rumah warga, Kastiman (61) justru bersikap santai.
Dengan joran sederhana di tangan, pria paruh baya itu berdiri di halaman rumah warga yang terendam banjir. Matanya fokus ke permukaan air yang tenang, seolah lupa bahwa tempat ia memancing biasanya adalah halaman kering tempat anak-anak bermain atau warga bercengkerama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang banjir, dan karena ada empang di sana (tangannya menunjukkan lokasi empang), makanya banyak ikan. Airnya meluap, ikannya pada lari ke sini," ujar Kastiman di sela aktivitasnya, Rabu (28/1/2026).
Banjir yang datang tanpa diundang itu rupanya membawa 'rezeki' tak terduga. Dalam waktu singkat, kail Kastiman berkali-kali bergerak. Ikan mujair satu per satu terangkat dari air banjir.
"Lumayan buat makan sore. Baru sekitar 10 menit mancing, sudah dapat enam ekor," katanya sambil tersenyum.
Di tengah banjir, Kastiman memancing ikan pada sebuah teras rumah warga, Rabu (28/1/2026) siang. Foto: Burhannudin/detikJabar |
Di sampingnya, sang menantu, Yufiq Asahi (24), setia menemani. Ia membawa ember berisi air yang kini menjadi "kolam darurat" bagi hasil pancingan hari itu.
Sesekali, Yufiq menatap ikan-ikan yang berenang di ember, lalu memandang genangan air yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.
"Sedikit atau banyak hasilnya, ya disyukuri saja. Daripada kita terus meratapi nasib dan mikir kapan banjir surut, mending mancing," kata Yufiq kepada detikJabar.
Polisi Sewa Alat Berat
Tak hanya itu, banjir yang melanda Indramayu juga menggerakan hati seorang polisi. Bripka Rusmanto, anggota kepolisian Polsek Indramayu merogoh kocek pribadi untuk menyewa alat berat.
Aksi yang dilakukan Rusmanto bukan tanpa sebab. Pasalnya, banjir yang merendam Perumahan Margadadi 1, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu dipenuhi lumpur dan eceng gondok.
Alat berat diterjunkan untuk mengeruk lumpur dan membersihkan sungai dari eceng gondok, demi mengatasi banjir di wilayah Kecamatan Indramayu. Foto: Istimewa |
Pria yang akrab disapa Abah itu membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, biaya sewa alat berat sepenuhnya menggunakan dana pribadi.
"Yang terpenting air bisa cepat surut dan warga bisa kembali beraktivitas. Saya gunakan uang pribadi untuk menyewa alat berat," ujarnya.
Ia menjelaskan, alat berat tersebut difokuskan untuk melakukan pengerukan saluran air yang tertutup eceng gondok.
Pengerjaan dilakukan dari wilayah Kelurahan Lemahmekar hingga mengarah ke Desa Tambak.
"Alhamdulillah, upaya ini membantu mengurangi genangan air di lingkungan warga," katanya.
(dir/dir)













































