Kaleidoskop Jabar 2025

Heboh Pelarian Macan Tutul: dari Balai Desa hingga Masuk Kamar Hotel

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Jumat, 26 Des 2025 14:00 WIB
Momen Evakuasi Macan Tutul yang Nyasar ke Hotel Bandung. (Foto: ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)
Kuningan -

Pada pagi hari warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan mendadak heboh. Pasalnya, balai desa yang biasanya disinggahi manusia mendadak disinggahi oleh macan tutul yang diduga tersesat saat sedang mencari makan.

Peristiwa masuknya macan tutul ke balai desa tersebut terjadi pada hari Selasa (26/8/2025). Kepala Desa Kutamandarakan, Ihak Sunardi memaparkan bahwa macan tutul tersebut pertama kali diketahui oleh seorang tukang bangunan yang hendak mengambil perkakas. Namun, saat ingin masuk ke dalam balai desa, tiba-tiba tukang bangunan tersebut melihat seekor macan sedang tiduran santai di dekat pintu masuk.

Melihat macan yang sedang bersantai, sontak saja, tukang bangunan tersebut terkejut dan langsung lari. Sama seperti tukang bangunan, macan pun sama, melihat adanya manusia yang terkejut, macan tutul yang tadinya sedang bersantai juga langsung lari masuk ke dalam balai desa dan bersembunyi di bawah kursi di salah satu ruangan balai desa. Menurut Ihak, diperkirakan, macan tutul tersebut masuk melalui atap kamar mandi yang ada di bagian dalam balai desa.

"Kebetulan itu kan balai desa lama, jarang digunakan dan dijadikan tempat penyimpanan alat. Nah ketika pekerja masuk, di dekat pintu masuk melihat macan sedang tiduran, terus dua-duanya kaget. Macannya kaget pekerjanya kaget. Akhirnya panggil temen pekerja lain. Awalnya pekerja lain juga nggak percaya kalau di situ ada macan, karena memang kan belum pernah ada," tutur Ihak.

Proses evakuasi

Khawatir membahayakan, Ihak langsung melaporkan keberadaan macan tutul tersebut ke UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan. Karena macan merupakan hewan buas yang dilindungi, proses evaluasi harus melibatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta obat bius khusus yang ada di BKSDA Bandung, Jawa Barat.

Selama proses menunggu obat bius tersebut, untuk mencegah macan keluar, Damkar bersama BPBD dan Kepolisian memasang jaring di sekitar ruangan tempat macan tersebut bersembunyi. Beruntung, selama proses menunggu obat bius, macan tutul tersebut tidak terlalu banyak bergerak, lebih sering berdiam diri di bawah kursi.

Setelah obat bius datang, tim gabungan yang terdiri dari Damkar, BPBD, BKSDA dan Kepolisian langsung melakukan koordinasi untuk mengevakuasi macan tutul tersebut. Menurut Kepala Seksi Konservasi Wilayah 6 Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Sarif Hidayat, meskipun telah ditembak obat bius, macan tersebut tidak bisa langsung dievakuasi, namun, harus menunggu terlebih dahulu sampai obat biusnya bekerja.

Setelah hampir dua jam dan kondisi macan tutul sudah tenang, akhirnya macan tutul tersebut bisa dievakuasi sekitar pukul 14.30 WIB. Diketahui, macan tutul yang tersesat tersebut baru berusia tiga tahun. Sementara itu, Kepala BBKSDA Jabar, Agus Arianto memaparkan, setelah berhasil dievakuasi macan tutul tersebut akan direhabilitasi sementara di Lembang Park & Zoo, Bandung Barat.

Pihaknya sendiri, tidak mengetahui secara pasti apa penyebab macan tutul tersebut masuk pemukiman warga. Namun, diperkirakan, macan tersebut berasal dari kawasan hutan yang berjarak satu kilometer dari lokasi kejadian.

"Jadi kalau kita lihat hutan terdekat di situ yang mana ya dari situlah habitatnya. Kalau gak salah di situ ada kawasan hutan pemanfaatan terbatas ya, kurang lebih 1000 meter dari lokasi," ujar Agus.

Infografis jejak sang macan di Bandung Foto: NotebookLM




(sud/sud)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork