Ular Simbol Jin Jahat? Ini Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui

Ular Simbol Jin Jahat? Ini Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Jumat, 30 Okt 2026 08:00 WIB
Ilustrasi ular.
Ilustrasi ular. (Foto: David Clode/Unsplash)
Bandung -

Ular kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis, mulai dari simbol jin jahat, jelmaan makhluk gaib, hingga pertanda buruk. Di Sunda, ular bahkan punya peran dalam mitologi padi sebagai Sanghyang Antaboga.

Kepercayaan tentang ular tersebut berkembang di tengah masyarakat dan terkadang bercampur dengan pandangan agama. Lantas, benarkah ular merupakan simbol kejahatan dan bagaimana Islam serta tradisi agama lain memandang hewan melata ini? Simak, yuk!

Ular Juga Sama-sama 'Umat' Seperti Manusia

Dalam artikel berjudul 'Menyikapi Ular dalam Islam: Antara Mitos Budaya dan Petunjuk Syariat' yang dimuat di laman Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat, Maman, Penyuluh Agama Islam KUA Plumbon, menjelaskan bahwa pandangan terhadap ular perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak bercampur dengan takhayul yang tidak memiliki dasar kuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Maman, ular merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki peran tersendiri di alam semesta. Hal ini sejalan dengan Surah Al-An'am ayat 38.

Ayat itu menjelaskan tentang tidak ada satu pun yang melata di bumi, maupun terbang di udara, melainkan umat seperti manusia dan akan dikumpulkan kembali kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Dengan ayat itu, sangat tidak tepat jika ular langsung dianggap sebagai makhluk jahat, pembawa kesialan, atau jelmaan roh jahat hanya berdasarkan kepercayaan yang berkembang di masyarakat.

Mitos Ular sebagai Simbol Jin Jahat

Anggapan bahwa ular merupakan simbol jin jahat menjadi salah satu kepercayaan yang kerap dikaitkan dengan dunia mistis. Sebagian masyarakat juga menghubungkan kemunculan ular di rumah dengan pertanda tertentu, seperti datangnya musibah atau kematian.

Namun, menurut penjelasan Maman dalam artikel di atas, kepercayaan semacam itu perlu dibedakan dari ajaran agama. Tidak ada dasar dalam agama Islam yang menyatakan bahwa semua ular merupakan makhluk jahat atau membawa nasib buruk.

Dalam kisah Nabi Musa AS, misalnya, tongkat yang berubah menjadi ular merupakan bagian dari mukjizat untuk menunjukkan kekuasaan Allah SWT dan mengalahkan tipu daya sihir.

"Demikian pula kisah ular lain yang muncul dalam riwayat agama, semata-mata menggambarkan peristiwa nyata atau ujian, bukan menjadikan ular sebagai simbol kutukan yang harus dibenci tanpa alasan yang jelas," tulisnya.

Islam dan Pertimbangan Bahaya Ular

Dalam Islam, sikap terhadap ular tidak hanya didasarkan pada rasa takut, tetapi juga mempertimbangkan keselamatan manusia dan petunjuk syariat.

Maman menjelaskan, terdapat tuntunan mengenai ular yang ditemukan di dalam rumah. Dalam riwayat hadis, terdapat petunjuk agar ular tertentu yang berada di rumah tidak langsung dibunuh, melainkan diperingatkan terlebih dahulu. Hal ini berkaitan dengan riwayat mengenai jin yang dapat menyerupai ular.

Meski demikian, ketentuan tersebut tidak berarti semua ular yang masuk rumah harus dibiarkan begitu saja. Jenis ular, situasi, dan potensi bahayanya tetap perlu diperhatikan.

Ular berbisa atau ular yang mengancam keselamatan penghuni rumah perlu ditangani dengan mengutamakan keselamatan.

Namun, masyarakat sebaiknya tidak mencoba menangkap atau membunuhnya sendiri jika tidak memiliki keahlian. Hubungi petugas pemadam kebakaran atau petugas penyelamat satwa untuk membantu melakukan evakuasi.

"Ular termasuk golongan fawasiq atau hewan yang boleh dibunuh di Tanah Haram sekalipun, tetapi alasannya adalah karena hewan tersebut berpotensi melukai dan mematikan, bukan karena dianggap sebagai makhluk terkutuk." tulisnya.

Ular dalam Kisah Taman Eden

Pandangan tentang ular sebagai simbol kejahatan juga muncul dalam tradisi keagamaan lain, termasuk dalam kisah Taman Eden yang dikenal dalam Alkitab.

Laman The Bible and the Interpretation, melalui artikel berjudul 'Ular di Taman Eden dan Latar Belakangnya', menjelaskan bahwa ular dalam kisah Adam dan Hawa melambangkan suara godaan.

Namun, menurut uraian tersebut, ular dalam teks awal kisah Taman Eden tidak secara langsung disamakan dengan Setan atau Iblis.

Penyamaan ular dengan Iblis berkembang dalam penafsiran dan teks keagamaan yang muncul kemudian. Artikel itu menyinggung Kitab Kebijaksanaan 2:24 serta Kitab Wahyu 12:9 dan 20:2, yang menghubungkan ular purba dengan Iblis atau Setan.

Artikel tersebut juga menyebut adanya pengaitan ular dengan Gaderel dalam 1 Henokh 69:6, sosok yang digambarkan sebagai salah satu malaikat jahat dalam teks tersebut.

Fakta tentang Ular yang Perlu Diketahui

Di luar mitos dan tafsir agama, ular merupakan hewan yang memiliki fungsi ekologis. Sejumlah jenis ular memang berbisa dan dapat membahayakan manusia, tetapi tidak semua ular memiliki bisa yang berbahaya.

Ular juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, antara lain dengan memangsa tikus dan hewan kecil lainnya. Kehadirannya di sekitar permukiman dapat berkaitan dengan ketersediaan mangsa, tempat berlindung, atau kondisi lingkungan yang sesuai.

Karena itu, ular yang masuk ke rumah tidak otomatis menjadi pertanda buruk. Kemunculannya dapat dijelaskan melalui perilaku hewan dan kondisi habitatnya.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads