Tradisi Botram Salembur, Cara Warga Cijulang Mensyukuri Kemerdekaan

Kabupaten Ciamis

Tradisi Botram Salembur, Cara Warga Cijulang Mensyukuri Kemerdekaan

Dadang Hermansyah - detikJabar
Kamis, 20 Agu 2026 06:00 WIB
Tradisi Botram Salembur di Ciamis
Tradisi Botram Salembur di Ciamis (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Jakarta -

Jalan Usaha Tani Eretan di Dusun Cikole Kulon, Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026), mendadak ramai. Bukan kendaraan yang memadati jalan tersebut. Ribuan warga justru duduk berjejer di sepanjang jalan yang membelah hamparan persawahan. Di hadapan mereka tersaji berbagai makanan yang dibawa dari rumah masing-masing.

Diketahui, warga Desa Cijulang menggelar Botram Salembur, tradisi makan bersama yang menjadi puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Lebih dari 1.000 warga dari lima dusun ikut ambil bagian. Mereka datang membawa makanan untuk disantap bersama. Tidak ada meja makan khusus, tidak ada sekat antara warga dan pejabat. Semua duduk bersama menikmati hidangan yang tersedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana semakin terasa akrab ketika berbagai makanan khas masyarakat mulai dibuka. Ada sambal, tutug oncom, hingga olahan ikan dari Sungai Citanduy seperti ikan bebeong atau baung, nilem, dan tawes. Di tengah hamparan sawah yang menghijau, makanan sederhana itu menjadi wujud kebersamaan warga.

ADVERTISEMENT

Kepala Desa Cijulang Endang Hidayat mengatakan, Botram Salembur sengaja digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memperkuat persatuan.

"Botram Salembur ini istilah Sundanya mengalihkan makan di rumah ke Jalan Usaha Tani Eretan. Warga dan pemerintah desa masing-masing membawa bekal dari rumah lalu kita makan bersama di sini tanpa memandang bulu, baik pejabat, warga, maupun santri," ujar Endang.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bentuk syakur bin'nimah atau rasa syukur atas berbagai nikmat yang dirasakan masyarakat, termasuk keberhasilan dalam menjaga ketahanan pangan. Kegiatan tersebut juga menjadi penutup rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Desa Cijulang. Sebelumnya, masyarakat telah mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari jalan sehat, pertandingan sepak bola ibu-ibu hingga upacara bendera.

Tak hanya soal kebersamaan, Endang melihat Jalan Usaha Tani Eretan juga memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Jalan yang membentang hampir tiga kilometer itu rencananya akan diusulkan untuk peningkatan infrastruktur berupa hotmix hingga menuju tepian Sungai Citanduy pada 2027.

Kawasan tersebut juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Salah satunya wisata arung jeram yang memanfaatkan potensi Sungai Citanduy.

Sementara itu, Camat Cihaurbeuti Enok Kursilah mengapresiasi antusiasme warga yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Botram Salembur tidak sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi gambaran ketahanan pangan sekaligus ruang untuk mempererat silaturahmi.

"Botram ini wujud rasa syukur terhadap ketahanan pangan di Desa Cijulang sekaligus ajang silaturahmi antara pemdes, kecamatan, Forkopimcam, dan masyarakat," ujar Enok.

Sementara itu, Sekda Ciamis Andang Firman Triadi yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, melihat ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar makan bersama. Menurutnya, Botram Salembur merupakan modal sosial yang tumbuh dari masyarakat dan perlu terus dijaga.

"Ini adalah perwujudan modal sosial di Desa Cijulang. Tradisi botram yang mulai langka ditumbuhkan kembali oleh warga," tutur Andang.

Tradisi Botram Salembur di CiamisTradisi Botram Salembur di Ciamis Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Bagi Andang, makanan yang dibawa warga juga memperlihatkan kekayaan budaya lokal. Ada yang membawa sambal, tutug oncom hingga ikan khas Sungai Citanduy.

Semua kemudian bercampur dalam satu suasana. Warga, perangkat desa, santri, pelajar hingga jajaran pemerintahan duduk bersama tanpa melihat latar belakang masing-masing.

Di tengah kesederhanaan itu, semangat gotong royong terasa begitu kuat. Warga saling berbagi makanan dan menikmati hidangan bersama.

Botram Salembur pun tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan. Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana budaya lokal masih bisa menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga.

"Harapannya, ke depan terus dipertahankan dan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Dengan dukungan potensi pertanian, kuliner dan Sungai Citanduy, Botram Salembur juga berpeluang dikembangkan menjadi wisata budaya dan kuliner berbasis masyarakat di Kabupaten Ciamis," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads