Infografis: Ular Jadi-jadian di Tanjakan Salawe Ciamis

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 18 Agu 2026 16:16 WIB
Ilustrasi mitos kobra di Tanjakan Salawe Ciamis. (Foto: Olah visual menggunakan ChatGPT)
Bandung -

Tanjakan Salawe menjadi salah satu titik yang perlu diwaspadai pengendara saat melintasi jalur alternatif Ciamis menuju Banjar, Tasikmalaya, dan Pangandaran. Tanjakan yang berada di Dusun Tunggulrahayu, Desa Cimaragas, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, itu memiliki kontur curam sekaligus berkelok.

Meski berstatus jalur alternatif, ruas tersebut punya peran penting sebagai penghubung antarkecamatan dan kabupaten. Apalagi setelah Jembatan Cirahong ditutup untuk kendaraan roda empat, jalur ini semakin banyak digunakan.

Tanjakan Salawe bukan hanya dikenal karena medannya yang menanjak dan menikung. Di sisi jalan terdapat tebing tinggi dan jurang yang membuat kawasan tersebut juga memiliki potensi longsor.

Kendaraan besar dari arah Tasikmalaya cukup sering melintas untuk mengangkut barang menuju Ciamis. Sejauh ini belum terdengar adanya kecelakaan besar di lokasi tersebut, tetapi kendaraan, terutama mobil berukuran besar, kerap tiba-tiba mogok ketika melewati tanjakan.

Di balik kondisi jalannya, Tanjakan Salawe juga menyimpan cerita yang masih dipercaya sebagian masyarakat setempat. Di kawasan tersebut memiliki kisah mistis tentang sosok ular kobra berukuran besar.

Menurut cerita yang berkembang, ular tersebut kerap terlihat melintas atau berada di sekitar jalan. Pengendara yang mengetahui kisah itu biasanya memilih berhenti sejenak dan membiarkan ular tersebut lewat daripada melindasnya.

Cerita tersebut dikaitkan dengan keberadaan sebuah curug di bagian atas Tanjakan Salawe yang dipercaya memiliki penunggu. Tidak sedikit pengendara yang mengaku mengalami kejadian aneh, termasuk kendaraan mendadak mati tanpa diketahui penyebabnya.

Kendaraan yang mogok biasanya bisa kembali menyala setelah didiamkan beberapa waktu. Masyarakat setempat mengaitkan kejadian tersebut dengan gangguan atau keisengan makhluk gaib, meski tentu saja hal itu merupakan bagian dari kepercayaan dan cerita yang berkembang di masyarakat.

Di sekitar bagian atas tanjakan juga terdapat Situs Batu Pangsujudan yang semakin memperkuat cerita mistis kawasan tersebut. Keberadaan situs dan berbagai kisah yang menyertainya membuat Tanjakan Salawe memiliki sisi lain di luar persoalan kondisi jalannya.

Sebagian pengendara yang percaya dengan cerita tersebut memiliki kebiasaan tertentu ketika melewati kawasan ini. Ada yang membunyikan klakson atau melemparkan sebatang rokok sebagai bentuk penghormatan, meski semuanya kembali kepada keyakinan masing-masing.

Membunyikan klakson sebenarnya juga memiliki fungsi yang lebih praktis karena bisa menjadi tanda bagi kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan. Dengan kontur jalan yang curam dan menikung, pengendara tetap perlu mengutamakan kewaspadaan, menjaga kecepatan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima saat melewati Tanjakan Salawe.

Simak artikel selengkapnya di sini.




(orb/orb)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork