Kenangan Ramdan Burgerkill dan Saparua Rahim Komunitas Musik Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Senin, 06 Feb 2023 17:30 WIB
Ramdan Agustiana basisst Burgerkill (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Tak hanya menjadi venue favorit untuk bermain band atau menyaksikan penampilan band-band ternama di Kota Bandung. Gelanggang Olahraga (GOR) Saparua juga menjadi salah satu tempat perkembangan dan pergerakan musik di Kota Bandung.

Pada masanya berbagai aliran musik berkumpul di GOR Saparua, dari mulai metal, rock, reggae, pop dan jenis musik lainnya. Begitupun fansnya, mereka menikmati menyaksikan konser di Saparua.

Hal tersebut dikatakan oleh Ramdan Agustiana basisst Burgerkill. Dia mengaku bangga bisa bermain musik di GOR Saparua. Ia melihat GOR Saparua ibarat rahim terbentuknya komunitas musik di Kota Kembang.

"Bangga, karena Saparua itu jadi salah satu tempat paling sering digunakan sebagai tempat acara musik. Pergerakan komunitas musik di Bandung terbentuk," kata Ramdan kepada detikJabar belum lama ini.

Sebelum bergabung dengan Burgerkill, Ramdan pernah bergabung dengan Infemy dan Balcony. Sebelum bergabung dengan Burgerkill, Ramdan menyebut dia hanya penonton biasa, di umur 15-16 tahun dia rutin datang ke berbagai acara di GOR Saparua.

"Temen sekolah, kakaknya sudah duluan main band, diajak ke sana dan nonton di sana berkat beliau juga saya jadi makin terjun lebih jauh ke dunia musik ekstrem, yang ngajak Ipung dari band Morbus Corpse. Saparua sering digunakan, akhirnya ngikut dan sering nonton," ungkap Ramdan.

Selain itu, Ramdan menyebut setiap pekan pasti ada saja acara, apapun band nya pasti banyak penontonnya. Untuk harga tiket sendiri Ramdan mengaku, lupa-lupa ingat, antara Rp 5 ribu ke atas, namun menurutnya harga tiket itu tidak mencapai Rp 10 ribu.

Sebelum menonton konser, biasanya Ramdan berkumpul dahulu di rumah Ipung. Dari sana, lalu naik angkot ke GOR Saparua. Sementara itu, biasanya konser selesainya malam, Ramdan pulang ke daerah Dipatiukur dengan berjalan kaki. Meski demikian, dia tetap menikmati.

Ramdan Agustiana basisst Burgerkill Foto: Wisma Putra/detikJabar

Ramdan mengakui, banyak hal yang tidak dapat dilupakan saat menonton konser di GOR Saparua, salah satunya penontonnya yang tak pernah sepi. "Selalu penuh acaranya, terus gemuruh penonton di tribune membuat merinding ya," ujarnya.

Ramdan menyebut, sulit menemukan tempat seperti di GOR Saparua. Untuk gedung serupa seperti Dago Tea House sama namun panggungnya permanen meski kapasitasnya sama.

"Tapi feel-nya beda ya. Saparua lebih punya nilai sentimentil ya, itu yang melekat, kalau Dago Tea House secara bangunan oke ada tribune agak mirip, tapi nilai sentimentilnya gak dapet," tuturnya.

Ramdan menyebut, meski nama eventnya beda, tapi band-band yang bermain di event itu hampir sama.

"Yang ingat beberapa Hula Balo, Gorong-gorobg, Bandung Underground pernah di Saparua. Mirip sebenarnya, yang main di Hula Balo main di Gorong-gorong juga main, karena hampir semingguan sekali bisa dikatakan event digelar," ujar Ramdan.

Baca halaman selanjutnya tentang Menyebar Info Konser Lewat Poster




(wip/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork