Cerita Warga Semarang Temukan Potret 'Nyai Saritem' di Jogja

Cerita Warga Semarang Temukan Potret 'Nyai Saritem' di Jogja

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 22 Sep 2022 11:00 WIB
Potret nyonya Jawa yang disebut Nyai Saritem
Potret nyonya Jawa yang disebut 'Nyai Saritem' (Foto: Ronny Mediono/Kedai Barang Antik)
Bandung -

Nyai Saritem sebagai sosok wanita di balik melegandanya sudut lokalisasi Kota Bandung. Terlepas dari berbagai versi sejarah yang melingkupinya, tentang wajah dari sang kembang dayang Bandung itu pun menarik untuk dibahas.

Pasalnya, Nyai Saritem digambarkan sebagai sosok wanita yang kecantikannya membius mata. Belakangan berbagai konten di media sosial dan internet mengaitkan sosok Nyai Saritem dengan potret seorang wanita Jawa.

Entah bagaimana asal mulanya, sosok wanita berparas ayu itu disebut-sebut sebagai Nyai Saritem. Tapi benarkah faktanya demikian ?


Ronny Mediono, seorang penikmat sejarah asal Semarang tak sengaja menemukan potret wanita yang disebut-sebut sebagai Nyai Saritem itu di sebuah rumah eks pejabat kolonial Belanda di Yogyakarta pada 2011 silam.

"Waktu itu kita hunting di Yogyakarta kayak di rumah tangga gitu, kalau tidak salah yang memiliki rumah itu pensiunan militer atau kejaksaan, terus pensiunan itu menjual perabotnya karena mereka mau pindahan anak-anaknya," ujar Ronny kepada detikJabar, 18 September 2022.

Potret wanita yang disebut Nyai SaritemPotret wanita yang disebut Nyai Saritem Foto: Ronny Mediono/Kedai Barang Antik

Karena barang-barang di rumah tersebut tak akan diangkut pemiliknya, Ronny pun memborong berbagai perabotan di dalam rumah itu. Mulai dari lukisanm batik tulis, sejumlah foto, termasuk foto Potret Wanita Jawa yang dianggap sebagai Nyai Saritem atau yang disebut juga Nyimas Ayu Permatasari.

Ronny sendiri tidak mengetahui identitas wanita itu sebenarnya, sebab pihak yang dipercaya untuk mengurus rumah eks pejabat itu juga tidak mengetahui sosok wanita Jawa itu. Tetapi, bila dilihat dari pakaian dan aksesoris yang dipakai wanita cukup jelas bahwa wanita itu bukan berasal dari kalangan rakyat jelata.

"Kalau dilihat dari kelengkapan aksesoris perhiasan yang dikenakan (kalung, giwang dan bross) sepertinya kok background priyayi Jawa," tutur Ronny.

Saat pertama kali ditemukan, bingkai kayu potret wanita Jawa itu sudah rusak akibat gigitan tikus. Namun lembaran foto di dalamnya masih bisa ia selamatkan. Lantas, ia memberikan bingkai baru pada potret tersebut dan kini tersimpan di galeri barang antiknya di Ungaran, Semarang.

"Saya lihat itu cetakan lama, merk Agfa Photo itu yang dulu populer sebelum Jepang ke sini tahun 60-an," katanya.

Pada tahun yang sama, Ronny juga mengunggah foto tersebut di internet, tepatnya pada blog Kedai Barang Antik. Ia pun turut mengomentari konten di internet yang kerap menghubung-hubungkan sosok perempuan tersebut dengan Nyai Saritem.

"Sejauh ini saya juga belum memiliki data terkait sosok tersebut, saya tidak berani menyebut siapa wanita itu," ujarnya.

Dilihat detikJabar, foto itu merupakan cetakan foto autentik karena di belakang foto terdapat watermark dari produsen pencetak foto Agfa. "Kemudian saya post, sekarang barangnya masih ada di galeri saya," katanya.

Saat ini lokalisasi Saritem telah ditutup sejak 18 April 2007 lalu. Di sana pun berdiri pesantren Darruttaubah yang menjadi warna baru di Kebon Tangkil eks lokalisasi Saritem.

(yum/yum)