Jejak Kehidupan Purba di Jawa Barat

Situs Gunung Padang, Bangunan Purba yang Lebih Tua dari Piramida Mesir

Ikbal Selamet - detikJabar
Jumat, 19 Agu 2022 13:15 WIB
Situs Gunung Padang Cianjur
Situs Gunung Padang Cianjur (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Situs Megalitikum Gunung Padang merupakan salah satu situs purbakala di Jawa Barat yang berlokasi di Kecamatan Campaka, Cianjur. Berdasarkan hasil penelitian, terungkap jika situs ini dibangun pada tahun 5200 sebelum masehi (SM) lebih tua dari Piramida di Mesir.

Situs yang memiliki luas 291.800 meter persegi ini berlokasi di Kampung Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka.



Jarak dari pusat kota Cianjur menuju situ ini sekitar 32 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan mobil.

Bangunan berupa bebatuan yang disusun secara punden berundak ini memang unik, dimana jika diperhatikan dengan seksama bangunan yang memiliki lima teras utama ini tepat mengarah ke Gunung Gede Pangrango di sebelah utara situs.


Situs Gunung Padang CianjurSitus Gunung Padang Cianjur Foto: Ikbal Selamet/detikJabar



Situs purbakala ini disusun menggunakan batu alam atau yang dikenal dengan nama batuan kekar kolom (coloumnar joint) dengan bentuk persegi lima memanjang.

Gunung Padang disebut-sebut sebagai situs tertua di dunia mengalahkan Piramida yang ada di Mesir.

Situs ini awalnya ditemukan pada tahun 1914 kemudian diteliti lebih lanjut dan dilakukan ekskavasi pada 2012 lalu.

Arkeolog Sekaligus Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang Ali Akbar, menjelaskan ekskavasi pada 2012 lalu dilakukan untuk membuktikan usia situs dan mencari jejak purbakala di situs tersebut.

Situs Gunung Padang CianjurSitus Gunung Padang Cianjur Foto: Ikbal Selamet/detikJabar



Menurutnya ditemukan fakta jika beberapa lapisan bangunan di situs tersebut, masing-masingnya dibangun di periode atau tahun berbeda.

Termuda di lapisan yang saat ini terlihat, dibangun pada 500 masehi. Namun, di beberapa meter di dalam tanah, ditemukan juga struktur bangunan yang usianya lebih tua atau dibangun pada 500 sebelum masehi.

Bahkan pada lapisan berikutnya atau pada 4 meter di dalam tanah, ditemukan juga struktur lapisan bangunan yang setelah diteliti usianya sudah sangat tua, yakni berusia 5200 sebelum masehi.

"Jadi yang sudah ditemukan itu tiga lapisan struktur batu, dengan masa pembangunan yang berbeda. Yang paling tua itu usianya 5200 sebelum masehi, lebih tua dari piramida mesir. Dan ini berdasarkan uji labolatorium, jadi angkanya pasti tidak lagi relatif," ungkap dia saat dihubungi detikJabar, Jumat (19/8/2022).

Bahkan menurut Ali, jika dilakukan ekskavasi lebih mendalam, kemungkinan akan ditemukan lagi struktur bangunan yang usianya lebih tua. Termasuk berpotensi ditemukan juga ruangan-ruangan selayaknya bangunan piramida.

"Ini dibangun tidak dalam satu periode, jadi kemungkinan ada struktur bangunan lagi. Karena kan kalau dilihat, dari satu bangunan ditimbun kemudian dibangun lagi di atasnya. Dari penelitian juga didapati ada rongga di bawah tanah, kemungkinannya rongga itu terbentuk secara alami atau sengaja dibuat suatu ruangan oleh leluhur kita. Tapi untuk membuktikannya perlu ekskavasi lagi," ucap dia.

Dibuat untuk Ritual Keagamaan

Ali menyebutkan jika bangunan itu dibuat untuk ritual keagamaan masyarakat pada masa itu. Setiap teras ditujukan untuk ritual yang berbeda, hingga akhirnya ritual akan dipusatkan di teras paling atas.

"Untuk bangunan yang paling luar dan bisa terlihat saat ini merupakan tempat ritual keagamaan. Namun untuk bangunan yang paling tua yang berusia 5200 SM dan saat ini terkubur, kami belum tahu apakah juga untuk ritual keagamaan atau ada fungsi lain," kata dia.

Berbagai temuan unik dari situs purbakala di Kota Tauco ini pun menjadi data tarik wisatawan, bahkan dari mancanegara.

Situs Gunung Padang CianjurSitus Gunung Padang Cianjur Foto: Ikbal Selamet/detikJabar


Situs ini pun sudah berstatus Cagar Budaya Nasional dengan dikeluarkannya surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 023/M/2014.

Namun Ali berharap ada ekskavasi lebih lanjut agar misteri Gunung Padang bisa terungkap seluruhnya dan menjadi pengetahuan bagi masyarakat saat ini.

"Perlu ada ekskavasi lebih lanjut, supaya sejarahnya terungkal utuh. Karena ini akan jadi kebanggaan bagi Indonesia, kekayaan warisan leluhur," pungkasnya.

(yum/yum)