Dukung Kebaya Masuk Daftar UNESCO, Pemkab Indramayu Adakan Lomba Senam

Atta Kharisma - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 15:18 WIB
Senam kebaya Pemkab Indramayu.
Foto: dok. Pemkab Indramayu
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar Gebyar Lomba Senam Berkebaya. Lomba ini diikuti oleh 59 kelompok yang masing-masing terdiri dari 9 orang anggota.

Acara yang digelar Rabu (10/8), ini dibuka oleh Bupati Indramayu Nina Agustian. Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan lomba senam berkebaya ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan masyarakat Kabupaten Indramayu terhadap usaha pemerintah mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.

"Mari kita mencintai dan bangga mengenakan kebaya sehari-hari mulai sekarang dari Sabang sampai Merauke," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/8/2022).


Sebagai informasi, Warisan budaya tak benda sendiri adalah praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, atau keterampilan, serta instrumen, objek, artefak, dan ruang budaya yang dianggap oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya suatu tempat.

Dalam lomba tersebut, seluruh peserta mengenakan pakaian kebaya yang ditambahkan kreasi dari masing-masing peserta. Nina mengaku gembira melihat kearifan lokal berupa motif-motif batik khas Indramayu yang ada pada kebaya para peserta.

"Padupadan kebaya dan batik khas Indramayu menjadikan kebaya semakin cantik untuk dikenakan. Ini bukti bahwa kebaya layak disebut warisan budaya tak benda," imbunya.

Nina bahkan rela berlama-lama duduk dan menyaksikan keseruan Gebyar Lomba Senam Berkebaya itu hingga acara berakhir pada malam hari. Salah satu keseruan terjadi ketika peserta melakukan gerak senam siCita (senam Cinta Tanah Air), yakni senam hasil karya Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Selain itu, ada juga senam Sekoper Cinta milik masyarakat Jawa Barat besutan istri Gubernur Ridwan Kamil, Atalia Praratya, serta senam kesegaran jasmani yang juga menjadi hits.



Simak Video "Arti Kebaya di Mata Dian Sastrowardoyo"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)