Memupuk Silaturahmi Lewat Festival Benjang 2022 di Bandung

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 19:04 WIB
Festival Benjang 2022 di Ciporeat, Kabupaten Bandung.
Festival Benjang 2022 di Ciporeat, Kabupaten Bandung. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Alunan musik dari kendang hingga terompet terus dimainkan kelompok benjang pada gelaran Festival Benjang di Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Rabu (10/8/2022). Sebanyak 20 kelompok benjang turut dalam kemeriahan gelaran tersebut.

Pantauan detikJabar di lokasi, berbagai kelompok benjang terlihat melakukan arak-arakan di sepanjang Jalan Ciporeat. Terlihat beberapa kelompok benjang turut menampilkan aksinya dengan meriah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, Erick Juriara mengatakan kegiatan tersebut sempat akan dilakukan dua tahun lalu. Namun, saat itu terkendala pandemi COVID-19.


"Jadi beberapa waktu lalu dengan adanya pandemi COVID-19 ini sempat tidak dilaksanakan, baru kali ini bisa dilaksanakan," ujar Erick.

Kabupaten Bandung sendiri memiliki beberapa potensi seni budaya. Salah satunya adalah benjang yang terus eksis hingga kini.

"Dulu kan historisnya Ujungberung ini adalah masuk ke wilayah Kabupaten Bandung. Tahun 1987, dengan adanya pemekaran Kota Bandung, sehingga ujung berung ini menjadi salah satu wilayah administrasi di Kota Bandung. Tapi nilai-nilai tradisi yang ada itu ternyata memang masih lestari di Kabupaten Bandung," katanya.

"Jadi kita di Kabupaten Bandung ini, di wilayah Cilengkrang, Cimenyan, Cileunyi kemudian sekitar Majalaya itu budaya benjang ini masih ada," tambahnya.

Festival Benjang 2022 di Ciporeat, Kabupaten Bandung.Festival Benjang 2022 di Ciporeat, Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Erick mengungkapkan benjang merupakan salah satu aset pariwisata. Sehingga kegiatan festival kepariwisataan harus sering digelar untuk melestarikan seni budaya dan menggeliarkan pariwisata.

"Ke depan kita juga akan merancang di Kabupaten Bandung sebuah festival agenda kegiatan kepariwisataan yang kita mengakomodir dari seluruh seni budaya yang ada di Kabupaten Bandung," ucapnya.

Dia menambahkan festival bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dari luar Bandung. Sehingga menurutnya bisa meningkatkan perekonomian.

"Ini merupakan potensi budaya, potensi pariwisata yang ada di kabupaten bandung. Kita lihat setelah sedikit pulih dari pandemi COVID-19, ternyata wisata-wisata domestik yang masuk ke Kabupaten Bandung itu juga cukup signifikan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lingkung Seni Setia Wargi, Ade Sutaryana (46) atau dikenal Abah Lois menyebut festival tersebut bisa menjadi ajang silaturahmi antarkelompok benjang. Sehingga hubungan antarkelompok benjang bisa semakin erat.

"Alhamdulillah baru ada nih acara kayak gini. Tapi bagus lah jadi membuat solid antarkelompok benjang," katanya.

(orb/orb)