Jeda sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata membawa berkah tersendiri bagi masyarakat luas. Melimpahnya stok telur, daging ayam, hingga bumbu dapur di pasaran membuat harga-harga komoditas tersebut turun drastis.
Dini (45), salah seorang pedagang telur di Pasar Muka, mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir harga telur ayam merosot ke angka Rp 25 ribu per kilogram, dari yang semula mencapai Rp 32 ribu.
"Sekarang harganya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp32 ribu. Turunnya sejak sekolah libur atau bertepatan dengan program MBG libur," ujar dia, Selasa (30/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dini, penurunan harga ini dipicu oleh stok telur yang kembali melimpah di tingkat pedagang.
"Ya kalau stok di pasaran melimpah, harga pasti turun. Tapi kemarin terus naik karena stok susah, dari peternak dan distributor susah banyak diambil dapur MBG," kata dia.
Meski terjadi penurunan harga yang cukup signifikan, Dini mengaku volume pembelian masyarakat sejauh ini masih cenderung stabil. Permintaan telur tidak mengalami lonjakan maupun penurunan yang mencolok, baik saat program MBG berjalan maupun ketika dihentikan sementara.
"Pembelian normal, tidak ada peningkatan ataupun penurunan yang signifikan. Mau MBG produksi atau tidak, penjualannya hampir sama, tidak berpengaruh," katanya.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Amud (34), penjual daging ayam. Ia menyebutkan harga daging ayam potong kini ikut mendingin di kisaran Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang menyentuh Rp 38 ribu per kilogram.
"Betul karena stok aman, jadinya harga di pasaran turun. Termasuk untuk daging aman. Penjualan juga meningkat karena harga murah," kata dia.
Tak hanya protein hewani, harga bumbu dapur pun ikut merosot tajam. Riyan Mustaqim (30), seorang pedagang sayur, menjelaskan bahwa penghentian sementara program MBG berdampak langsung pada harga cabai dan bawang.
Data di lapangan menunjukkan harga cabai rawit yang semula Rp 80 ribu kini turun menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Sementara itu, komoditas lainnya yang semula Rp 28 ribu kini hanya dibanderol Rp 15 ribu per kilogram.
"Bawang putih dan bawah merah juga mengalami penurunan harga sebesar Rp 5 ribu per kilogram. Jadi hampir semua jenis sayur dan bumbu dapur mengamai penurunan harga," kata dia.
Riyan memprediksi harga-harga tersebut berpotensi kembali merangkak naik saat program MBG kembali diaktifkan, mengingat stok di pasar akan kembali terserap untuk kebutuhan dapur program tersebut.
"Karena MBG disetop jadi harga turun. Kalau sudah jalan lagi MBG, stok untuk pasar kemungkinan diambil oleh dapur, jadi stok minim dan harga naik lagi," pungkasnya.
Simak Video "Video: Intip Pengelolaan SPPG Polri yang Terapkan Standar Food Safety untuk MBG"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
