Kondisi ekonomi Kota Sukabumi pada April 2026 menunjukkan tren kenaikan harga yang cukup terasa bagi masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,57 persendengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang merangkak naik ke angka 112,33.
Kepala BPS Kota Sukabumi Dani Jaelani menjelaskan, bahwa kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 11 kelompok pengeluaran, sektor Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi juara inflasi dengan kenaikan mencapai 14,94 persen. Di dalam kelompok ini, komoditas emas perhiasan menjadi aktor utama yang membebani kantong warga.
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi year-on-year pada April 2026 antara lain emas perhiasan, diikuti daging ayam ras, minyak goreng, dan telur ayam ras," kata Dani dalam keterangan resminya yang diterima detikJabar, Senin (11/5/2026).
Sektor Pendidikan dan Jajanan Ikut Naik
Masyarakat juga perlu memperhatikan biaya pendidikan yang mengalami inflasi sebesar 1,41 persen. Biaya Taman Kanak-kanak (TK) menyumbang andil 0,03 persen, sementara Sekolah Dasar (SD) dan SMA masing-masing 0,02 persen.
Bahkan, jajanan populer seperti martabak memberikan andil inflasi yang cukup signifikan sebesar 0,06 persen, diikuti oleh batagor dan nasi dengan lauk.
Kabar Sejuk dari Harga Gadget
Di balik kenaikan harga emas dan pangan, warga Sukabumi mendapatkan sedikit angin segar dari sektor teknologi. Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan justru mengalami penurunan harga atau deflasi sebesar 0,8 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah telepon seluler," jelasnya. Penurunan harga ponsel ini memberikan andil deflasi sebesar 0,08 persen terhadap total indeks.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada April 2025, inflasi tahun ini cenderung melandai. Pada April 2025, inflasi year-on-year berada di angka 2,74 persen, sementara tahun ini bertahan di 2,57 persen. Inflasi bulanan (month-to-month) juga terpantau sangat rendah di angka 0,04 persen.
Berikut adalah rincian kelompok yang memberikan kontribusi terhadap inflasi tahunan di Sukabumi:
- Makanan, Minuman, dan Tembakau: Inflasi 4,01 persen dengan andil sebesar 1,22 persen.
- Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Inflasi 14,94 persen dengan andil sebesar 0,90 persen.
- Penyediaan Makanan dan Minuman (Restoran): Inflasi 1,76 persen dengan andil sebesar 0,19 persen.
- Transportasi: Inflasi 0,89 persen dengan andil sebesar 0,12 persen.
- Perumahan dan Energi: Inflasi 0,77 persen dengan andil sebesar 0,11 persen.
