Sah! Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Independen Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Independen Bank BJB

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 15:23 WIB
Susi Pudjiastuti ditunjuk jadi Komisaris Independent Bank BJB
Susi Pudjiastuti ditunjuk jadi Komisaris Independent Bank BJB (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Nama Susi Pudjiastuti resmi menduduki kursi Komisaris Utama Independen Bank BJB. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (28/4/2026).

Selain Susi, RUPST juga menetapkan sejumlah posisi penting lainnya, termasuk Komisaris Independen Eydu Oktain Panjaitan serta Direktur Utama Ayi Subarna, bersama jajaran direksi baru Bank BJB.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan keputusan RUPST tidak hanya menyangkut pergantian pengurus, tetapi juga arah baru penguatan kinerja bank daerah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keputusannya pertama deviden pemegang saham mengalami kenaikan ditargetkan 900 miliar deviden bisa diterima pada pemegang saham baik saham seri A maupun seri B," ujar Dedi.

Ia juga menyoroti perubahan struktur organisasi yang kini diperkuat menjadi tujuh posisi strategis, termasuk pemisahan fungsi teknologi informasi dari operasional.

ADVERTISEMENT

"Struktur jabatan menjadi 7 karena teknologi informasi harus independen, tidak boleh dia bergabung dengan operasional karena itu menyangkut aspek yang bersifat strategic, kepentingan bisnis BJB ke depan," katanya.

Terkait penunjukan Susi, Dedi mengungkapkan prosesnya tidak langsung berjalan mulus. Namun, ia meyakini sosok Susi adalah figur yang tepat untuk memperkuat integritas lembaga.

Sementara untuk Eydu yang diketahui saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat, Dedi menyebut yang bersangkutan akan segera mengundurkan diri dari jabatannya.

"Komisaris Utama Independen awalnya dia menolak tapi akhirnya bersedia, Ibu Susi. Yang kedua Pak Eydu yang saat ini masih menjabat Kepala BPK dan nantinya akan mengikuti prosedur yaitu mengundurkan diri," ungkapnya.

"Saya sampaikan bahwa saya selalu menjunjung tinggi integritas, bagi pengelola keuangan dan komisaris keuangan harus orang-orang yang memiliki integritas. Jadi saya sangat percaya Bu Susi memiliki integritas sebagai komisaris," lanjut Dedi.

Ia berharap, dengan susunan baru ini, Bank BJB bisa berkembang lebih luas dan tidak hanya menjadi bank milik pemerintah daerah.

"Semoga dengan postur baru ini akan melahirkan bank yang kredibel bukan hanya eksis sebagai bank pemda tapi digemari di luar penda di seluruh wilayah Indonesia. Satu tagline yang nunggak tidak bayar bikin macet tenggelamkan," katanya.

Dedi juga optimistis seluruh jajaran yang ditetapkan akan lolos tahapan uji kelayakan dan kepatutan yang akan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Tinggal mengikuti prosedurnya yang ditentukan OJK dan saya yakin lulus. Optimis masa orang berintegritas tidak lulus," tegasnya.

Sementara itu, Susi mengaku menerima posisi ini bukan tanpa pertimbangan. Ia bahkan menyebut sempat dibujuk oleh Dedi Mulyadi sebelum akhirnya bersedia menerima tantangan tersebut.

"Iya Pak Gub ini tukang paksa jadi bujuk-bujuk. Saya juga sebagai orang Jawa Barat terpanggil dan tertantang, saya suka tantangan, saya ingin mencoba," ujar Susi.

Meski belum memiliki pengalaman langsung di sektor perbankan, ia percaya latar belakangnya sebagai pengusaha dapat memberikan kontribusi nyata.

"Pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan saya juga kan pengusaha, dan saya yakin bisa memberikan nilai tambah pada bank jabar, semoga itu bisa," katanya.

Susi juga menegaskan gaya kerjanya yang lugas, apa adanya dan profesional akan tetap ia pertahankan. Yang terpenting bagi Susi, dirinya akan bersikap profesional dan menjaga integritas setelah diberi amanah menjadi Komisaris Utama Independen Bank BJB.

"Dan saya seperti ini, saya bilang sama Pak Gub (Dedi Mulyadi), harus mau terima Susi ya begini, saya maksud yang saya omong dan saya omong yang saya maksud. Saya orang profesional jadi yang saya maksud ya saya omong," ucapnya.

"Dan profesionalisme itu sangat diperlukan untuk industri keuangan. Mudah-mudahan saya bisa memberi nilai tambah di situ," sambungnya.

Direktur Utama Bank BJB, Ayi Subarna, menegaskan fokus utama manajemen ke depan adalah memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan kualitas kinerja bank.

"Alhamdulillah kebetulan pengangkatan hari ini, Alhamdulillah. Dan intinya saya tetap melakukan penguatan pondasi bisnis yang ke depannya kita fokus meningkatkan kualitas aset, kualitas kredit yang harus selektif, kita akan jadikan bank transaksional ke depannya," ujar Ayi.

Ia menambahkan, kepengurusan baru ini menjadi momentum untuk melakukan perbaikan berkelanjutan tanpa terjebak pada capaian masa lalu.

"Ini juga menjadikan keberlanjutan dan memperbaiki ke arah lebih baik, jangan melihat ke belakang tapi harus ke depan," katanya.

Menurutnya, kombinasi komisaris dan direksi baru menjadi kekuatan penting untuk memperbaiki tata kelola perusahaan.

"Mungkin soal pemilihan direksi komisaris baru, jajaran baru Alhamdulillah ini sinergi yang luar biasa, kita ingin tata kelola diperbaiki juga dan intinya dengan kolaborasi ini jadi tantangan kami untuk memberikan yang terbaik buat stakeholder atau pemegang saham," tutupnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Bank BJB Hadir di West Java Festival 2025, Bukti Nyata untuk Jawa Barat Maju"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads